Akhir Hidup Yang Tragis Para Pemimpin Besar

Image Source: Bintang.com

Kekuasaan tak selamanya membuat seseorang hidup dalam kenikmatan duniawi sampai dirinya turun dari tahta tersebut. Buktinya, sejumlah pemimpin besar di dunia yang terekam sejarah, mengalami nasib yang tragis  diakhir kekuasaanya.

Beragam kisah tragis para pemimpin besar, ada yang digantung bahkan ada yang ditembak mati.Dari sekian banyak yang mengalami takdir naas, inilah nama-nama pemimpin besar yang mengalami takdir mengenaskan yang diambil dari catatan berbagai sumber :

Benito Mussolini : 27 April 1945 Mussolini ditembak bersama pacar gelapnya Clara Petacci.Mayat mereka dipamerkan di kota Milan dan digantung terbalik.Masyarakat menonton dengan suka cita, melempari dan meludahi mayat Benito Mussolini.

Mussolini diangkat menjadi Perddana menteri pada tahun 1922 oleh Raja Viktor Emanulle III Waktu itu usianya 39 tahun. Sejak ditetapkan menjadi perdana menteri, Mussolini mencabut semua undang-undang yang dinilai membatasi kekuasaanya. Pada tahun 1925 Mussolini mengubah statusnya menjadi Kepala Pemerintahan dari sebelumnya Perdana Menteri dan tidak lagi bertanggung jawab pada parlemen, hanya raja yang bisa menurunkannya.

Tak cukup disitu, Mussolini mengambil alih dan mengepalai tujuh bidang kementerian. Mussolini juga mengepalai Partai Fasis dan milisi fasis local yaitu MVSN atau Blackshirts yang kerap meneror warga dan juga membentuk satuan polisi rahasia OVRA.

Sepak terjangnya makin beringas. Mussolini mengeksekusi 30 ribu penduduk Eithopia yang diduga melawan seorang gubernur colonial. Mussolini juga menyerang Mesir pada 1940. Tahun 1942, Jerman dan Itali kalah dengan pasukan sekutu di Afrika, 275 ribu pasukan menyerah dan sekutu mulai masuk Itali.Juli 1943 Mussolini diasingkan di pegunungan Abruzzi tapi pasukan komando Jerman. membebaskannya.

Atas saran Hitler, Mussolini membentuk pemerintahan Fasis baru, namun seiring kekalahan Jerman atas sekutu, Mussolini lari ke Swiss tapi tertangkap.

Nicolae Ceausescu :Setelah Angkatan bersenjata Rumania mulai memihak rakyat,Nicolae dan isrtrinya kabur dengan helikopter setelah sempat menembak mati Menteri Pertahananya, Jend.Vasile Milea yang menolak untuk menembak rakyat/demonstran.

Setelah lama berpindah-pindah tempat, Nicolae akhirya ditangkap bersama isterinya, mereka diadili dan divonis mati.Keduanya ditembak di kepala dengan salah satu senapan paling legendaris di dunia yaitu AK-47.

Siapa Nicolae Ceausescu?

Dia adalah Kepala Negara dan kepemerintahan, Ketua partai Komunis Rumania, Ketua Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Ketua Front Demokrasi Sosialis serta Kepala Angkatan Bersenjata.

Awal pertengahan 1960, Nicolae membuat kebijakan untuk menambah populasi penduduk Rumania denga cara melarang kontrasepsi dan pendidikan seks, pasangan yang tdak mempunyai anak akan dikenai pajak yang tinggi. Nicolae juga mengatur Dewan Keamanan dalam Negeri agar para agennya dapat bebas menahan, interogasi dan menyiksa setiap orang yang dianggap menentang. Dia juga sangat membatasi dan mengontrol media bahkan warga tidak boleh mempunyai mesin tik tanpa ijin.

Praktik Korupsi Kolusi dan nepotisme terjadi dalam pemerintahan Nicolae. Hal ini tampak dari kebijakannya menempatkan putranya, istri dan saudara-saudaranya dalam posisi strategis dalam pemerintahan.

Kebesaran Nicolae perlahan-lahan runtuh pada akhir 80-an, saat itu Rumania mengalami krisis ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang kacau, hutang mencapai 10 milliar US. Nicolae mencoba menerapkan kebijakan pengetatan, hampir semua produksi Rumania di ekspor termasuk bahan makanan, BBM dan berbagai kebutuhan dasar. Rakyat kelaparan, hampir 15 ribu warga meninggal setiap tahun karena kebijakan ini.

Desember 1988 rakyat mulai berdemo dan dijawab oleh Ceausescu di kota Timisoara dengan tembakan, 4000 orang tewas.Namun Akhirnya angkatan bersenjata memihak rakyat dan dari situlah kekuasaan Nicolae redup.

Hideki Tojo :Pada saat ditangkap ternyata Jenderal Tojo dalam keadaan sekarat karena mencoba bunuh diri dengan menembak jantungnya. Upaya bunuh diri itu gagal karena jantungnya tidak terkena sasaran peluru yang ditembakkannya.  Setelah sembuh total dari luka yang dideritanya tersebut, Jenderal Tojo dihadapkan ke Mahkamah International dan divonis mati dengan cara digantung pada Desember 1948.

Perdana menteri jepang pada era PDII ini adalah sosok yang dianggap paling bertanggung jawab atas hilangnya 8 juta nyawa manusia di berbagai negara, termasuk Indonesia.  Dalam berbagai catatan, Hideki Tojo memiliki kegilaan yang sama dengan Adolf Hitler yaitu menganggap ras Jepang yang paling superior.

Nasib tragisnya mulai menghampirinya setelah Jepang menyerah, Jendral MacArthur memerintahkan para tentaranya untuk menangkap para penjahat perang termasuk Hideki Tojo. Tanggal 8 September 1945, Tojo ditangkap dirumahnya.  Sebelum  digantung Tojo sempat minta maaf atas semua kejahatan perang yang dilakukan oleh bangsa Jepang.

Zulkifar Ali Bhutto: Pernah menjabat sebagai Presiden dan Perdana Menteri Pakistan dan juga pendiri partai terbesar Pakistan People Party. Moto kampanyenya yang terkenal yaitu “makanan,pakaian dan rumah untuk semua”.

Di awal kepemimpinannya tahun 1971 dengan memperkenalkan konsep Sosialis Islam ia mereformasi pernundangan,nasionalisasi perindustrian, membagi lahan kepada para petani dan menangkap 2000 pegawai negeri yang korup.

Namun kepemimipinannya ditentang sejumlah pihak, pada tahun 1973 terjadi pemberontakan di Balochistan dan ia memerintahkan angkatan bersenjata untuk menumpasnya, ia juga menahan 59 perwira dengan tuduhan makar.

Krisis semakin menjadi pada tahun 1977, popularitasnya semakin menurun, ia melakukan KKN, pelanggaran HAM dan kebijakan Sosialis malah membuat perekonomiak Pakistan terpuruk.Lawan politik bersatu untuk menjatuhkannya melalui Partai National Alliance tapi ternyata kalah telak dala pemilu, kemenangan Bhutto adalah suatu rekayasa.

Dalam situasi tak menentu Kepala Staf Angkatan Darat ,Jenderal M Zia-ul Haq mengambil tindakan dengan menahan Bhutto dan menetapkan darurat militer.Bhutto pernah dibebaskan dan kembali berkiprah dalam politik namun ia ditahan dengan dakwaan pembunuhan salah satu lawan politiknya.Maret 1978 Bhutto divonis mati, berbagai upaya banding dan seruan beberapa pemimpin dunia tidak berhasil menyelamatkannya dari tiang gantungan, 4 April 1979 Zulkifar Ali Bhutto digantung.

Muhammad Najibullah :Di Afganistan terjadi perang saudara dan pada Tahun 1994 pemerintahan Afganistan mulai terdesak oleh Taliban dan pada September 1996 Ibukota Kabul jatuh. Karena terdesak, Muhammad Najibullah bersembunyi di Komplek PBB. Tapi, persembunyiannya diketahui pasukan pasukan Taliban yang masuk ke komplek PBB. Pasukan talibanpun menyeret Najibullah dan saudaranya keluar, keduanya diikat, disiksa dan dibawa ke istana untuk ditembak, belum puas dengan menembak, mayat mereka pun diseret dengan mobil dan akhirnya digantung selama dua hari.

Mayat Najibullah dijejali uang dikantongnya dan diselipkan cerutu pada jari-jarinya, sebagai sindiran kehidupannya yang penuh kemewahan dan korupsi

Seperti diketahui, Najibbulah adalah seorang Presiden Republik Komunis Demokratik Afganistan saat pendudukan Uni Sovyet. Najibullah juga mengepalai KHAD,yaitu suatu dinas polisi rahasia mereka menahan dan menyiksa serta mengeksekusi puluhan ribu warga Afganistan, dari para saksi mengatakan bahwa Najibullah turun tangan sendiri dalam interogasi dan penyiksaan.

Tahun 1986 Najibullah diangkat menjadi Sekjen People’s Democratic Party of Afganistan.Dia juga mengendalikan polisi rahasia dan militer.Selama pemerintahannya, Najibullah yang merupakan boneka Uni Sovyet terus digempur gerilyawan Mujahidin. Perang saudara memaksa Najibullah turun jabatan pada April 1992,mulai saat itu ia terpaksa bersembunyi di kantor PBB sampai akhirnya ditemukan pasukan Taliban.

Tags: