Si Juki Kartun Rasa Anak Muda Jakarta

Di sebuah terminal ada dua anak sekolah kelas 3 SMA, mereka Juki dan Boy. Mereka tidak sabar menunggu metromini yang berlama-lama berhenti menunggu penumpang. Boy melihat gelagat Juki yang mencurigakan.

Boy: “Ya elah ini ngetem lama banget.”
Juki: “Sini biar gue atasin.”
Boy: “Jangan juk!”
Juki: “Emang nape?”
Boy: “Gue nggak akan lupa kejadian di metromini tahun lalu.”

Saat itu Juki menodongkan pistol ke supir metromini. Jika tidak jalan, kepala si supir akan ditembak. Aksinya itu sempat dihentikan oleh salah satu pemuda berbadan tegak. Tapi gagal. Si pemuda itu malah balik ditodong pistol. Suasana panik seketika, satu penumpang bus berteriak histeris. Tapi… croootttt… isi pistol itu rupanya mainan. Dan semua penumpang pun tertipu dengan ulah si Juki yang usil.

Setelah asik mengingat itu, Boy bertanya soal bulan April.

Boy: “Juk, lo nyadar nggak sih kalau bulan depan udah bulan april?”
Juki: “Iye terus kenape?”
Boy: “Serius lu lupa?”
Juki: “Beneran”
Boy: “Siapkan dirimu!! Bulan depan kita sudah ujian nasional!!! (Suasana gempar)
Juki: “TIDAKKKKKKKK. gue masih belum bisa menerima kalau sebulan lagi kita ujian nasional.”
Boy: “Jadi…”
Juki: “Jadi apa rencana kita…?”

Percakapan tersebut merupakan potongan carita komik Si Juki edisi “Si Juki dan Petualangan Lulus UN”. Komik adalah karya Komikus muda Indonesia, Faza Meonk. Faza saat ini masih berkuliah di Universitas Bina Nusantara Jakarta, Fakultas Desain Komunikasi Visual.

Faza bercerita awal mula menemukan karakter Si Juki. Karakter Juki tercipta tahun 2011 akhir dengan komik pertamanya berjudul ‘Ngampus’. Tokoh utama dalam komik itu bernama Juki, seorang anak laki-laki yang cuek, usil, soronok, nggak tahu malu, menyebalkan, tapi selalu beruntung.

“Awalnya Si Juki itu nggak ada  namanya, cuma tokoh itu selalu muncul. Akhirnya banyak lah itu yang tanya, siapa sih namanya. Ada yang nyeletuk, namanya Juki aja. Karena dia selalu beruntung. Singkatannya kan ‘juru hoki’. Mulai dari situ, banyak yang suka tuh nama Juki. Karakternya banyak disukai di sosial media. Awal mulanya komik online, bukan cetak,” kata Faza yang berusia 21 tahun.

Untuk menghidupkan karakter Juki, Faza juga membuat akun twitternya. Lewat @JukiHoki, Juki berinteraksi dengan pengikutnya (follower). Selayaknya sifat dalam komik, Juki di twitter tetap bersikap penyenangkan bahkan gokil.

Tidak lama proses hingga Juki terkenal. Kurang dari setahun, Faza sudah mencetak 6 komik denga cerita yang berbeda. Salah satunya ada komiknya yang mengkritik tentang program TV Indonesia yang tidak mendidik dan membosankan.

“Dulu ada judul komik ‘Yang Penting Ratting’ mengkritisi televisi di Indonesia. Waktu itu ada beberapa seri, ada ‘Si Juki dan Keluarganya’ yang bagaimana menggambarkan si Juki sama keluarganya. Ada juga di komik selanjutnya Si Juki cuma jadi figuran aja, yang tokoh utamanya si Pocong Pinky. Ada lagi komik ‘Real Masjid’, komik ini dikeluarkan khusus bulan puasa ini. Si Juki main di situ, ada lagi komik ‘Para Gokil’, itu kompilasi,” papar Faza.

Dalam setiap edisi, komik Si Juki ada 120 halaman dengan berbagai macam cerita. Ada juga yang hanya satu cerita, semisal di komik “Si Juki dan Petualangan Lulus UN”.

Proses kreatif seperti penggapan cerita dan gambar, faza mengandalkan masukan dari teman-temannya sekampus atau juga di sosial media. Faza juga mengikuti perkembangan sosial. Dia juga sering berpendapat tentang sebuah fenomena di kampus. “Seperti nyindir-nyindir anak kuliah aja,” kata Faza.

“Sindirannya kebanyakan liat situasi yang ada. Kadang ngeliat teman lakuin hal yang lucu, yah saya tuangkan aja ke komik. Terus mau nyindiri. Nanti kalau ada yang marah kan, yang disalahin bukan saya tapi Juki,” katanya seraya tertawa.

Kalau dibayangkan di dunia nyata, Juki ini mirip siapa? Si Lupus?

“Ehm… siapa yah? Kayaknya sih belum ada. Saya sih baru kali ini, anti mainstrem. Mungkin banyak perpaduan,” jawab Faza.

Tapi, lanjut Faza, Juki ini tidak suka menjadi orang yang pasaran. Dia tidak mengikuti mode, selalu berbanding terbalik dengan zaman yang ada. Di akhir perbincangan, Faza ditanya soal komik jagoannya di antara 6 karyanya itu. Yang mana yang dia jagokan untuk menjadi best seller?.

“Kayaknya ‘Si Juki dan petualangan lulus UN’ dan ‘Ngampus’ dan itu bakal digemari. Karena komik yang lain itu komik kompilasi gabungan dari komikus lain. Mungkin juga ‘Real Masjid’,”  kata dia.

Ke depan, Faza berencana membuat tokoh Juki akan dibawa ke serial kartun. Paling tidak ia menargetkan 2 tahun lagi kartunya akan keluar. sekarang Faza tengah membuat konsep dan mengumpulkan ide cerita.

“Nanti juga mau dibuatkan games-nya. Dan ini adalah 100 persen tokoh, sifat dan cerita anak muda Indonesia, terutama di Jakarta,” pungkasnya.

Tags: