Autofit Berbisnis Dengan Hati-Hati Dan Hati

Img : DGspeak.com

Indonesia merupakan salah satu surga bagi otomotif.  Populasi mobil dan sepeda motor terus bertambah.  Bagi bisnis turunannya ini merupakan suatu berkah

Sukatna Panca M

Ruas jalan di seantero Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi  nyaris tak ada yang lengang, setiap hari dan setiap waktu. Jalan “tikus” sekalipun. Semuanya dirayapi sepeda motor dan mobil, hari kerja maupun hari libur.  Sementara itu, produsen sepeda motor dan mobil terus menawarkan produk-produk terbarunya. Dan konsumen siap menyambut mereka. Terkadang rela indent.

Bergairahnya  bisnis otomotif tentu saja ikut mendongkrak bisnis turunannya, tak terkecuali bisnis perawatan mobil (car care),  seperti yang dilakoni Fitriyanto, owner Autofit. “Tahun 2012 sektor otomotif masih akan berkembang,” yakin Fitriyanto.

Namun jamaknya bisnis yang prospektif, persaingan di car care ini juga ketat. “ Merek yang beredar di pasaran jumlahnya banyak sekali. Tetapi sebenarnya produsen hanya ada tiga atau empat,” ujar Fitriyanto yang menjadi salah satu produsen car care dan juga menjual produk dalam bentuk blank label.

Dengan adanya blank labelitu, ujar pria asal Purbalingga ini, seringkali dirinya bertarung dengan merek lain, yang nota benemerupakan produk Autofit, tetapi dilabeli merek lain. “Secara produksi saya tidak terpengaruh dengan banyaknya pemain.  Namun kesempatan untuk menjual langsung ke konsumen menjadi berkurang. “Namun inilah bisnis. Lagipula tak ada salahnya berbagi-bagi rejeki dengan pihak lain. Memang bisnis ini saya jalankan dengan hati-hati, tetapi lebih penting lagi dijalankan dengan hati,” ungkap pria santun tersebut.

Autofit  yang memiliki sejumlah produk seperti;  brake part cleaner,  power engine conditioner, penetrating oil,  carburator cleaner, radiator coolant, silicone spray, diesel purge, tune up plus, engine flush, cetan plus telah memiliki pasar yang mapan di sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).  Namun demi pertumbuhan lebih pesat lagi, Fitriyanto juga akan bermain di sektor ritel, dengan masuk ke bengkel-bengkel umum. “Sedianya saya akan menggandeng mitra untuk menggarap pasar ritel ini. Tetapi kalau belum ada yang mampu, ya nanti akan saya garap sendiri,” ujarnya.

Memasuki pasar ritel, seperti bengkel umum, memang mempunyai karakteristik yang berbeda dibandingkan bengkel resmi.   Bengkel umum,  biasanya merawat dan memperbaiki mobil-mobil dari berbagai merek sehingga edukasi penggunaan produk jauh lebih sulit dibandingkan dengan bengkel resmi yang merawat mobil dengan satu merek tertentu. “Bengkel umum merawat mobil multi produk, sedangkan bengkel resmi ATPM merawat mobil single product.

Sebagai misal, kata Fitriyanto,“brake cleaner sekarang lagi booming namun untuk bengkel bengkel umum belum teredukasi dengan produk ini. Mereka membersihkan kanvas masih dengan cara tradisional.  Dilepas kanvas remnya kemudian diamplas dan disemprot dengan kompresor. Selain membutuhkan waktu yang lama dan pengerjaannya lebih rumit, kotoran kanvas yang diamplas dan disemprot bisa terhirup pernapasan sehingga membahayakan kesehatan manusia,” ungkap Fitriyanto.

Sementara itu dengan menggunakan brake part  cleaner, mekanik tinggal menyemprotkan ke kanvas rem, kotoran secara otomatis akan luruh.  “Waktu pengerjaannya singkat, hasilnya lebih bagus dan yang jelas aman bagi kesehatan,” tegas Fitriyanto.

Selain memasuki pasar ritel, Fitriyanto juga berencana untuk masuk ke pasar industri. Berbeda dengan mesin-mesin mobil dan motor, mesin-mesin industri jauh lebih besar.  Fitriyanto, mengakui ia masih nol dalam dunia perawatan mesin-mesin besar industry. Namun ia tak segan-segan belajar, termasuk melakukan survey dan bertanya ke sejumlah engineer  untuk mengetahui tentang kebutuhan chemicalperawatan di dunia mesin industri.  “Untuk tiga kategori pasar tersebut  merek produknya berbeda. Autofit untuk pasar bengkel resmi, Fisco untuk bengkel umum dan ritel, dan Fitex untuk pasar industri,” sebut Fitriyanto seraya mengimbuhkan merek Autofit sudah dipatenkan.

Pada tahun 2012 ini Fitriyanto memprediksikan produk yang masih akan terus booming adalah power engine conditioner,  water remover dan brake part cleaner. Power engine conditioner  masih bakal booming karena hampir semua mobil sudah mengadobsi sistem injeksi, bukan karburator. Bahkan sepeda motor pun sekarang sudah banyak yang memakai sistem itu. Sedangkan water remover digunakan untuk menghilangkan kadar air bahan bakar di dalam tangki mobil atau motor.  Yang benar-benar tengah naik daun adalah brake part cleaner yang diciptakan pada tahun 2009. Setelah dua tahun, produk ini mulai banyak dikenal oleh mekanik maupun konsumen.

Untuk mengantisipasi sejumlah program ekspansinya, Fitrinyanto telah berinvestasi dengan membeli mesin produksi sebanyak satu set lagi. Selain itu, ia juga tengah membangun sebuah pabrik baru dikarenakan kapasitas tempat produksi yang sekarang sudah tidak bisa mencukupi lagi.

Dengan prinsip hati hati dan dengan hati, pria yang hijrah ke Jakarta dengan berprofesi awal sebagai sales minyak kayu putih ini, terus mengembangkan usahanya. Selain memproduksi car care product,juga mengembangkan bengkel, bisnis pendidikan dan rencananya akan mendirikan lembaga kursus.

Mengenai prinsip bisnis yang dipegang untuk bisa tumbuh dari nol hingga seperti saat ini, ia menegaskan,” berbisnislah dengan hati-hati, tetapi lebih lebih lagi berbisnislah dengan hati,” pungkasnya.

Tags: