Bimbel Bintang Solusi Mandiri Menyasar Kalangan Menengah Ke Bawah

Image Source: beranijadibos.com

Bimbingan belajar dengan fasilitas lengkap kadangkala disertai biaya yang sulit dijangkau orang tua berkantong pas-pasan. Bimbel Solusi menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan metode belajar yang unik dan biaya yang terjangkau.

Sejatinya seluruh anak-anak Indonesia harus mengenyam pendidikan yang layak demi masa depan mereka. Namun adakalanya kondisi perekonomian orang tua mereka tidak mendukung impian mereka untuk meraih cita-cita gemilang. Pada akhirnya generasi penerus bangsa terjebak dalam kerasnya kehidupan mengais rejeki yang belum saatnya mereka emban. Tergerak melihat situasi yang mengiris hati, Hadi Maryadi beserta rekan terdorong untuk menghadirkan satu alternatif pendidikan murah dan terjangkau bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Mulanya bimbel Solusi berdiri dari insiatif sekumpulan mahasiswa tahun kedua yang sepakat untuk  membuka satu tempat kursus yang bisa dinikmati bagi anak-anak  yang berlatarbelakang keluarga kurang mampu. Saya dan rekan-rekan prihatin dengan kondisi pendidikan yang relatif mahal dan tidak terjangkau oleh mereka,” kata Hadi selaku Presiden Direktur bimbel Bintang Solusi Mandiri.

Padahal masih menurut Hadi, standar pendidikan sekarang kian meningkat. Mengharuskan siswa sekolah mendapatkan ekstra bimbingan belajar di luar jam sekolah. Dengan keterbatasan ekonomi orang tua tentu siswa-siswa tersebut akan kalah bersaing dengan siswa yang didukung fasilitas pendidikan lengkap. Karena itulah bimbel Bintang Solusi Mandiri menjawab kebutuhan para orang tua yang berkantong pas-pasan.

Dimulai dari program belajar sederhana untuk siswa Sekolah Dasar kelas enam, bimbel Solusi cepat mendapat respon positif dari para orang tua. Kendati saat itu menurut pengakuan Hadi, ia mesti terseok-seok memulai usaha bimbelnya lantaran keterbatasan lokasi yang akan ia pakai untuk tempat kursus. “Hanya sekitar 100 siswa dengan lima tenaga pengajar dengan sepetak ruangan garasi milik kerabat yang saya pergunakan sebagai tempat kursus,” ujar Hadi mengenang masa sulitnya.

Kini setelah empat tahun berjalan bimbel Solusi berkembang menjadi 44 cabang yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung dengan total siswa kurang lebih 7000 orang. Kelas yang tersedia pun diperbanyak mulai dari SD kelas 4 hingga SMP kelas 3. Tenaga pengajarnya pun ikut bertambah hingga kini sudah mencapai 470 orang. Dengan jumlah cabang tersebut omzet yang diperoleh setiap bulannya pun bisa mencapai Rp 400 juta.

Kesuksesan tersebut ia raih bukan dengan mudah, ia mesti meyakinkan sejumlah orang tua bahwa kualitas pendidikan yang diberikan tetap bermutu dan sesuai kurikulum sekolah meskipun dengan biaya yang murah. “Bukan berarti biaya murah lantas saya menurunkan kualitas. Di bimbel Solusi siswa tetap mendapat fasilitas yang baik dimana materi yang diajarkan adalah pendukung mata pelajaran di sekolah,” jelas Hadi.

Bahkan Hadi mengaku bahwa metode belajar yang dipraktekkan di bimbel Solusi bukan menonjolkan sisi kecanggihan cara memecahkan soal-soal pelajaran melainkan kesenangan dan ketenangan belajar. Contohnya bagaimana membuat siswa menyenangi belajar yang notabene adalah rutinitas mereka yang pasti membuat jenuh dan akhirnya malas belajar. Ujung-ujungnya pelajaran semudah apapun akan sulit masuk ke otak mereka. “Pada dasarnya bukan trik, teknik atau formula jitu soal materi pelajaran yang akan membuat anak pandai. Sehebat apapun trik atau teknik ajarannya jika kondisi si anak tidak siap menerima pelajaran atau tidak siap belajar tetap saja otak akan ‘menolak’. Sebaliknya jika kondisi otak dibuat rileks dan santai otomatis pelajaran apapun dengan disampaikan secara sederhana pasti akan ‘nyangkut’ di otak,” papar Hadi.

Di bimbel Solusi siswa akan diajak masuk ke kondisi santai sebelum belajar dengan diputarkan musik klasik. Musik akan menuntun siswa agar rileks dan mencapai gelombang alpha. Kondisi dimana otak dalam fase rileks namun tetap sepenuhnya sadar. Kondisi otak jernih dan tubuh santai memungkinkan siswa menerima dan memahami pelajaran dengan baik. “Metode seperti itulah yang diterapkan di bimbel Solusi. Jadi belajar tetap menyenangkan, konsentrasi tanpa membuat mereka jenuh. Jadi sekali lagi bukan formula canggih seeprti apapun yang membuat anak memahami apa yang mereka pelajari,” tegas Hadi.

Selain itu suasana ruang kelas juga mesti dibuat sekondusif mungkin dengan maksimal siswa 10 orang per kelas. Sehingga mengoptimalkan tingkat konsentrasi siswa dan lebih fokus dengan materi yang diajarkan.

Dengan kualitas optimal dan biaya murah terlihat jauh perbedaan antara bimbel Solusi dan bimbel lainnya. Sebagai perbandingan Hadi menjabarkan perbedaannya. “Perbandingannya terlihat dari biaya berikut. Untuk satu semester dengan fasilitas tadi, siswa hanya dikenakan biaya Rp500ribu. Sementara bimbel lain dengan fasilitas yang sama biayanya bisa mencapai lebih dari Rp4 juta,” terang Hadi.

Biaya yang terjangkau dengan kualitas pendidikan yang tetap bermutu memastikan bimbel Solusi menjadi salah satu peluang bisnis yang prospektif. Karena itulah Hadi memberi kesempatan bagi investor yang hendak terjun ke bisnis pendidikan. Menurut penuturannya kesempatan ini sekaligus ia pakai sebagai langkah untuk melebarkan sayap dan ikut memberikan pendidikan murah di daerah-daerah seluruh Indonesia. “Mewaralabakan brand bimbel Solusi menjadi cara terbaik mewujudkan tujuan bisnis dan tujuan idealis saya dan rekan-rekan pendiri bimbel Solusi ini,” begitu harapannya.

Tags: