Peran Ayah Untuk Menumbuhkan Kepribadian Anak

Sekarang ini kewajiban untuk mengurus dan mendidik anak bukan hanya tugas seorang Ibu saja. Dalam membina sebuah keluarga dan mengasuh serta mendidik anak-anak, peran kedua orangtua sangat dibutuhkan, hal ini dikenal dengan co-parenting. Jadi sang ayah tak hanya bertanggung jawab mencari nafkah, akan tetapi juga ikut berperan serta secara signifikan dalam mengawasi tumbuh kembang si anak. Untuk itu peran ayah sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan kepribadian anak.

Rini Hildayani MSi, seorang psikolog dan dosen dari Universitas Indonesia memaparkan bahwa di masyarakat masih banyak stigma yang berkembang tentang tanggung jawab seorang ayah hanya sebatas kepala keluarga dan pencari nafkah. Sedangkan mengurus rumah tangga dan mengasuh anak adalah tugas seorang ibu. Menurut Rini, stigma seperti ini harus dihilangkan karena merupakan hal yang penting jika sebuah rumah tangga harus dibangun dengan peran serta suami dan istri.

Rini menjelaskan, jika peran ayah dalam pengasuhan baik, akan ada banyak manfaat yang daat dilihat dari perkembangan si anak. Dalam perkembangan kognitif anak, peran ayah yang ikut terlibat dalam mengasuh anak akan memberikan nilai positif dalam perkembangan kognitif anak-anak pada usia dini. Disamping itu, emosi dan kemampuan sosial anak juga akan menjadi lebih baik saat usianya menginjak umur 3 tahun.

Seorang anak yang mendapati ayahnya ikut melibatkan diri untuk mengasuhnya akan dapat mengendalikan emosinya lebih baik dan memiliki toleransi yang lebih tinggir terhadap stress dan depresi. Si anak juga lebih percaya diri dan lebih yakin pada dirinya menghadapi sesuatu ketika sang ayah ikut terlibat.

Disamping itu, momentum lahirnya anak kedua juga diyakini sebagai salah satu momentum terbaik bagi sang ayah untuk ikut melibatkan diri dalam pengasuhan anak. Ketika anak kedua lahir, otomatis perhatian dan waktu Ibu akan tercurah pada bayi, inilah dimana peran ayah sangat dibutuhkan untuk mengasuh anak yang lebih tua, sehingga secara tidak langsung si anak tidak akan merasa tidak diperhatikan karena adanya adik baru dalam keluarga.

Ketika si kecil sudah memiliki adik, maka peran ayah sangat besar disini, misalnya dengan mengajaknya bermain sehingga ia tidak merasa sendirian. Saat sang ayah fokus dengan si kakak, maka Ibu akan dapat lebih fokus pada adek tanpa khawatir si kakak merasa kekurangan perhatian. Dengan peran ayah dalam pengasuhan, si kakak juga lebih mampu mengembangkan kemampuan sosialnya, seperti membantu adiknya atau berbagi sesuatu dengannya.

Tags: