Gangguan Perkembangan Pada Anak

Orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya tumbuh sehat dan berkembang dengan baik tanpa adanya gangguan. Bagaimana bisa orang tua melihat perkembangannya tidak normal seperti anak-anak lain. Tentu saja, orang tua akan mengupayakan segala cara demi sang buah hati tumbuh dengan normal dan sehat serta menjadi anak yang ceria. Namun, seberapa keras kita melindungi buah hati kita, gangguan dan hambatan akan selalu mengintai. Salah satunya adalah gangguan perkembangan pada anak.

Image:Bidanku.com

Gangguan yang terjadi pada masa perkembangan anak dipengaruhi beberapa faktor, tak hanya faktor dari dalam, seperti penurunan fungsi organ tubuh, faktor luar dari lingkungan juga berpengaruh besar atas munculnya gangguan ini. Karena itu, orang tua dituntut untuk mewaspadai tanda-tanda gangguan perkembangan pada anak agar nantinya bisa ditangani dengan segera.

Berikut beberapa jenis gangguan perkembangan pada anak:

Speech delay (keterlambatan bicara)

Gangguaan keterlambatan bicara adalah gangguan kognitif pada anak yang menganggu kemampuan anak dalam berbicara. Selain dalam berbicara, Speech delay juga mengambat perkembangan anak yang berhubungan dengan bahasa dan kata-kata, misalnya kemampuan menulis, membaca, dan lainnya. Faktor penyebab speech delay ini mulai dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, kelainan pada otot atau organ pembuat suara.

Motoric Delay (keterlambatan perkembangan motorik)

Motoric delaymerupakan keterlambatan perkembangan anak yang berkaitan dengan dengan kemampuan motoriknya. Pada kasus motoric delay ini, otot-otot pada anak sulit untuk digerakkan, yang membuat gerakannya akan menjadi lambat, terganggunya aktivitas dan paling parah adalah anak tidak dapat berjalan.

Perkembangan motorik pada anak normalnya melalui beberapa tahap dang berlangsung secara berkelanjutan. Kecepatan perkembangan motorik pada anak yang satu dengan lainnya pun berbeda-beda. Permulaan dari perkembangan motorik ini dimulai dari perkembangan otak yang baik. Biasanya pola perkembangan motorik dimulai dari motorik kasar, baru kemudian motorik halus. Jika perkembangan motorik kasar anak sudah baik, maka perkembangan motorik halus yang nantinya akan berfungsi semakin baik.

Selain dipengaruhi oleh perkembangan otak yang baik, kesehatan pada tubuh si anak juga ikut ambil bagian. Contohnya saja jika terdapat masalah pada tulang punggungnya, anak beresiko mengalami hambatan pada perkembangan motoriknya, sehingga dibutuhkan terapi khusus.

Gangguan Psikologis

Banyak faktor yang mempengaruhi gangguan psikologis pada anak seperti pengasuhan yang diberikan oleh orang tua, trauma, masalah keluarga, penyakit kronis, hingga perpisahan yang anak tidak mempu menahan beban perasaannya dan tidak mampu menyalurkannya.

Gangguan Kebiasaan

Faktor penyebab gangguan kebiasaan pada anak biasanya terjadi karena anak ingin meredam rasa stress yang menyerangnya. Beberapa kebaisaan yang seringkali ditemukan seperti menggigit kuku, mengisap jempol, memukul dirinya sendiri, berusaha menyakiti dirinya sendiri, hingga menggoyangkan tubuhnya. Anak-anak yang mengalami gangguan ini umumnya akan repeitif, tergantung frekuensi mereka melakukannya. Misalnya anak yang terbiasa mengisap jempol dan masih terbawa hingga usia 8 tahun ke atas, maka perlu untuk diwaspadai.

Gangguan Tidur

Gangguan tidur pada anak bisa dilihat dari jam tidurnya yang tidak jelas, seperti tidur yang terlalu singkat atau terlalu lama. Meski begitu, gangguan tidur pada anak sering disepelekan, padahal tidur memiliki efek besar bagi pertumbuhan perkembangan otak anak. Jika tidur si anak terganggu, maka kemampuan kognitifnya juga berpotensi mengalami gangguan.

Demikian bunda berbagai jenis gangguan perkembangan pada anak. Semoga menambah wawasan bunda semua mengenai tumbuh kembang anak kita.

Tags: