Home » Bank Syariah di Amerika

Tahun 2009, atau 22 tahun kemudian, para shareholder LARIBA kini telah memiliki sebuah bank syariah tertua di Amerika, yaitu LARIBA sendiri dan sebuah bank nasional, the Bank of Whittier yang tergabung dalam LARIBA System. Kini, LARIBA System yang beroperasi di 50 negara bagian Amerika dan memberikan layanan portofolio syariah dengan nilai kekayaan sekitar USD400 juta yang meliputi perumahan, otomotif, franchise makanan cepat saji, klinik, bangunan komersial, sekolah dan Islamic center.

Jujur, selama lebih kurang 3,5 tahun belajar ekonomi syariah, saya tak pernah membaca berita atau artikel apapun sebelumnya tentang keberadaan bank syariah di Amerika. Boleh jadi karena saya kurang aware dengan isu tersebut. Atau jangan-jangan, sama seperti kebanyakan orang Amerika yang alergi dengan Islam, saya, juga diam-diam alergi dengan Amerika sehingga saya menutup diri dari kemungkinan hal tersebut.

Padahal, tidak semua yang berbau Amerika serta merta tidak kita inginkan. Dalam hal ini, saya menyukai ilustrasi yang dikemukakan oleh Mas Ulil. Seperti kata Mas Ulil, di Indonesia, para santri atau mahasiswa yang beragama Islam gemar sekali mendemo Amerika. Namun giliran dapat beasiswa kuliah di Amerika, tak ada sejarahnya yang menolak, misalnya dengan mengatakan: “Maaf, saya tidak bisa menerima beasiswa ini karena ini berbau Amerika.”

Skeptisisme saya terhadap perkembangan ekonomi syariah di Amerika akhirnya terjawab oleh sebuah buku setebal 435 halaman yang saya download secara ilegal. Maklum, dengan budget line saya saat ini, mustahil bagi saya untuk memiliki buku-buku asing. Buku itu berjudul “The Art of Islamic Banking and Finance: Tools and Techniques for Community-Based Banking”. Penulisnya seorang warga negara Amerika keturunan Mesir, Yahia Abdul Rahman.

Yahia Abdul Rahman, sebenarnya merupakan seorang sarjana Tekink Kimia yang mendapat beasiswa dari negaranya (Mesir) untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 di University of Wiconsin, Madison pada tahun 1968. Dan pergulatannya dengan ekonomi syariah, baru dimulai pada tahun 1971 ketika dirinya bergabung dengan perusahaan minyak ARCO. Karena tuntutan pekerjaan, ARCO kemudian membantu membiayai Yahia Abdul Rahman untuk menempuh S2 di bidang International Management and Finance di University of Texas. Didorong oleh latar belakang keislaman yang baik, Yahia Abdul Rahman bersama teman-temannya mendirikan bank syariah di Amerika. Dan sejatinya, buku ini merupakan pengalaman pribadi Yahia Abdul Rahman, sebagai praktisi bank syariah di Negeri Paman Sam tersebut.

Sebagaimana kita maklum, ada tradisi turun temurun di Amerika, bahwa gereja (agama) sama sekali terpisah dengan negara. Maka jangan harap ada pelajaran Pendidikan Agama atau semisalnya di sekolah dasar di negeri tersebut. Begitu pun dengan para pejuang ekonomi syariah disana. Membawa nama Islam, misalnya Islamic Banking, dalam aktivitas kemasyarakatan di Amerika, tentu merupakan hal yang nggak Amerika banget.

Karena kondisi yang demikian, para pegiat ekonomi syariah di Amerika membuat terobosan sedemikian rupa sehingga ekonomi syariah bisa diterima disana. Mereka menamakan Islamic Banking sebagai Riba-Free Banking atau Ribit-Free Banking (RF Banking). Sebagai informasi, kata riba memiliki padanan kata dalam Perjanjian Lama (Old Testament), yaitu ribit. Karena istilah ribit relatif telah diketahui masyarakat Amerika, maka nama RF Banking ini tidak mendapatkan pertentangan yang berarti. Bandingkan dengan di Indonesia yang mayoritas Muslim, yang meskipun tidak menggunakan istilah bank Islam, tetapi menggunakan bank syariah, tetap saja mendapat resistensi yang berlebihan oleh masyarakat non-muslim atau bahkan umat Islam sendiri.

Sejarah RF Banking sendiri dimulai sejak 23 tahun silam, tepatnya pada tahun 1987, 5 tahun lebih awal dari pendirian bank syariah di tanah air. Pada tahun 1987, sekelompok Muslim Amerika, termasuk di dalamnya Yahia Abdul Rahman, menginvestasikan masing-masing USD10.000 untuk membangun sebuah perusahaan kecil bernama American Finance House LARIBA. Dari patungan ini terkumpul modal awal sebesar USD200.000. Berdasarkan penuturan penulis buku, itu merupakan pertama kalinya sekelompok Muslim di Amerika bahu-membahu membentuk sebuah proyek yang dikemudian hari menjadi kekuatan penting baik dalam komunitas Muslim Amerika maupun komunitas lain yang non-Muslim. Dan tujuan dari proyek ini, tak lain adalah membentuk sebuah lembaga keuangan yang dalam menjalankan operasinya bebas dari bunga dan berdasarkan hukum Islam (syariah).

Tahun 2009, atau 22 tahun kemudian, para shareholder LARIBA kini telah memiliki sebuah bank syariah tertua di Amerika, yaitu LARIBA sendiri dan sebuah bank nasional, the Bank of Whittier yang tergabung dalam LARIBA System. Kini, LARIBA System yang beroperasi di 50 negara bagian Amerika dan memberikan layanan portofolio syariah dengan nilai kekayaan sekitar USD400 juta yang meliputi perumahan, otomotif, franchise makanan cepat saji, klinik, bangunan komersial, sekolah dan Islamic center.

Kini, RF banking telah mendapat tempat di hati dan dicintai oleh masyarakat Amerika, baik mereka beragama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu maupun Budha. Berbagai komentar positif keluar dari masyarakat Amerika tentang RF banking. Misalnya seperti “… kami tidak pernah mendengar ada bankir menjalankan bank seperti ini …” atau “… kami merasa kalian peduli kepada kami sama seperti keluarga sendiri …”.


Comments

Bank Syariah di Amerika — 5 Comments

  1. semoga lembaga keuangan syariah mendunia, dan menjadi pilihan masyarakat dunia sehingga peradaban islam kembali bangkit

Leave a Reply