PLIS, JANGAN GOLPUT

Memikirkan penduduk Indonesia yang jumlahnya 250jt itu sangat kompleks, ribet, ruwet, dan kusut. Tak sanggup dan tak pantas, saya yang cuma karyawan swasta bagian akuntansi ini menjabarkannya untuk Anda. 😉 Untuk itu, mari saya sederhanakan. Anggap saja Indonesia sebuah kampung dengan penduduk berjumlah 100 orang. Dan saat ini, mereka sedang mengadakan pemilihan kepala kampung. Dari 100 orang itu, 40 orang adalah suku jawa, 16 orang suku sunda, 4 orang melayu, 3 orang batak, 3 orang … Read more »

Kualitas Jalan Mencerminkan Kualitas Pemimpin

Suatu hari, Umar bin Khattab menangis sesenggukan mendengar kabar seekor keledai mati karena terperosok di jalanan yang rusak dan berlobang di suatu wilayah di Irak. Melihat Sang Khalifah menangis sedemikian, ajudannya bertanya kepada Umar. “Wahai amirul mukminin, bukankah itu hanya seekor keledai?” Dengan menahan marah Umar menjawab, “Apakah engkau sanggup menjawab dihadapan Allah ketika ditanya tentang apa yang telah engkau lakukan ketika memimpin rakyatmu?” *** Bulan Januari ini, sebagian wilayah Indonesia dilanda banjir dari Jabodetabek, … Read more »

Debat

Saya perhatikan, masyarakat kita gemar sekali berdebat. Mereka yang memiliki peminatan mendalam dengan politik, tak henti-hentinya memperdebatkan: tentang Demokrat dan PKS, tentang pendukung Jokowi (JASMEV) dan pendukung PKS, tentang berhasil atau tidaknya Jokowi  mengatasi banjir, tentang Anas dan janji digantung di Monas, tentang Bu Ani dan followernya di Instagram, tentang siapa sesungguhnya penyebab banjir: Jokowi, sampah, Foke, atau Tuhan, dan tentang Farhat Abbas dan Bang Haji Rhoma Irama yang mau nyapres. Mereka yang suka bola, … Read more »

The Iron Lady: Perempuan Yang Mewarnai Dunia

Entah habis makan apa, Rabu sore kemarin (01/02/12) seorang teman kerja tiba-tiba mengajakku nonton. Dan entah kesurupan setan apa, tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan. Selepas maghrib, kami berdua berangkat ke salah satu teater XXI di Pondok Indah dengan angkutan umum. Seperti sudah kuduga, arah Ciputat-Pondok Indah selalu lancar ketimbang arah sebaliknya (Jakarta-Ciputat) saking banyaknya orang yang kerja di Jakarta. Dengan kondisi seperti itu, saya menduga bahwa ruas jalan Jakarta-Ciputat lebih rendah beberapa cm dibandingan … Read more »

“Robohnya Pasar Kami”

Pelan tapi pasti, pasar tradisional dan pedagang kecil mulai dimarginalkan oleh sekian banyak pihak. Oleh masyarakat, pasar tradisional mulai ditinggalkan karena berbagai sebab: menjamurnya pasar modern, minimnya fasilitas, harga yang kurang kompetitif, hingga berbagai praktik kecurangan—baik karena lemahnya pengawasan maupun kesadaran pedagang itu sendiri. Sering kita lihat dalam siaran televisi, berbagai praktik kecurangan kerap terjadi di pasar tradisional, seperti mengurangi timbangan, menjual makanan mengandung bahan berbahaya seperti borax dan formalin, hingga mengoplos daging sapi dengan … Read more »