Home ยป Menguji Daya Tangkap Otak Anak

Pagi tadi menjelang berangkat kerja, saya memberikan sedikit tes untuk menguji daya tangkap otak lala.

Sambil menunggu bunbun rapi-rapi, saya menemani lala bermain dengan sebuah tas. Tas itu adalah sebuah tas plastik transparan yang dipakai oleh bunbun menaruh bermacam-macam barang dari yang masih dipakai hingga yang sudah usang seperti sisir, tempat bedak, parfum bayi, charger blackberry, senter, remote AC, remote TV, dll.

Untuk diketahui, setiap hari saat saya dan istri bekerja, lala kami titipkan ke neneknya di depok. Sehingga terkadang kami menjadi kudet (kurang update) mengenai perkembangan lala yang begitu menakjubkan.

Nenek, kakek, tante-tante dan om lala begitu piawai mengajari lala apa saja. Dari bicara, menyanyi, mengenal benda-benda, dan memahami instruksi sederhana seperti salim, kiss bye, tepuk tangan, mencium, daa daa, dll.

Suatu hari, saya dibuat takjub oleh lala, ketika bunbun-nya memberikan instruksi sederhana seperti cium, ambil, dll.

Saat bundanya bilang “cium bunda”, lala segera mencium bundanya. Saat bundanya bilang “cium bebek”, ia mengambil sebuah mainan bebek di dekatnya dan menciumnya. Saat tantenya bilang “ambil kodok”, lala segera mengambil mainan kodok berwarna merah dan diserahkan ke tantenya.

Dan pagi tadi, saya menguji dan ingin membuktikan daya tangkap lala yang kata neneknya sangat bagus–Nenek lala memberi julukan lala sebagai “si anak cerdas”. Saya mengambil tiga buah benda dari tas plastik: sisir, remote, senter. Saya lalu menunjukkannya di depan lala dan menyebutkannya satu per satu dan menaruhnya kembali berdampingan.

Kemudian, saya memberikan instruksi sederhana pada lala:

“Ambilin sisir, sayang..!” dan lala mengambil sisir berwarna ungu. “Ambilin remote, sayang..!” diambilnya sebuah remote tv berwarna hitam. “Ambilin senter, sayang…!” dan lala mengambil sebuah senter.

Demikian saya ulang instruksi itu beberapa kali. Secara keseluruhan, lala berhasil menganali benda-benda tersebut, meski beberapa kali tertukar. ๐Ÿ™‚

Itu ceritaku pagi ini, apa ceritamu?


Comments

Menguji Daya Tangkap Otak Anak — No Comments

    Leave a Reply