Mengenal batu akik obsidian

Bagi para penggemar batu akik, tentu memiliki koleksi yang lengkap dari beragam jenis batu akik merupakan hal yang sangat menyenangkan. Banyak ragam batu akik yang bisa kita jadikan koleksi berkualitas kita, dari batu bacan, batu red raflesia, batu akik pandan, batu akik sungaii dareh dan lainnya. Mungkin salah satu jenis batu akik lainnya yang bisa kita jadikan koleksi adalah batu akik dari golongan batuan oksidian. Yuk kita kenalan dengan batu akik obsidian ini, dan mari kita kenali ciri-cirinya

Image: Toplintas.com

Batu obsidian merupakan golongan batuan yang berasal dari muntahan magma gunung berapi yang mendingin dan mengeras, jadi batu obsidian bukanlah merupakan batuan tambang seperti jenis batu akik yang sering kita jumpai selama ini.

Batu akik obsidian ini terbentuk karena proses pendinginan magma cair oleh air ataupu air hujan, karena terbentuk dari aktivitas gunung berapi, maka tak heran jika batu akik obsidian banyak kita temukan dan jumpai di wilayah yang memilki lereng-lereng gunung berapi aktif. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki potensi batu akik obsidian salah satunya adalah kabupaten boyolali yang memiliki lereng gunung berapi.

Untuk mengatahui ciri-ciri batu akik obsidian, diantaranya adalah…

Pertama,batu akik obsidian memiliki warna yang jernih dan bening laksana kaca, bisa berwarna hitam, hijau, abu-abu , merah tua ataupun warna kuning dan biru.

Kedua,batu akik ini banyak terdapat di wilayah lereng gunung berapi aktif ataupun tidak aktif lagi yang dulunya pernah terjadi lelehan lahar.

Ketiga,batu obsidian memiliki tingkat kejernihan yang tinggi, warnanya akan tembus laksana kaca, sehingga walaupun belum di poles, batu ini sudah tampak jernih dan mengkilap.

Keempat,tingkat kekerasan batu obsidian berada pada kisaran 5 skala mohs, sehingga termasuk batu akik dengan tingkat kekerasan sedang.

Demikianlah ulasan singkat kita tentang batu akik obsidian, semoga bermanfaat dan salam sukses untuk anda.