Nasib Tragis Lagu Dolanan sebagai Media Entertainment Anak

Lagu dolanan identik dengan lagu untuk anak-anak pada zaman dahulu. Lagu dolanan diajarkan secara turun temurun oleh para orang tua kepada anak-anak mereka sehingga tidak diketahui siapa penciptanya. hampir semua anak kala itu mengenal lagu dolanan seperti gundul-gundul pacul, jaranan, dan sebagainya. Lagu dolanan menjadi nyanyian yang sarat akan nasihat, petuah dan amanat didalamnya yang tersirat pada tiap syair lagunya. Lagu dolanan juga identik dengan sifat kedaerahan, hal ini setiap daerah maupun suku memiliki lagu dolanan yang berbeda-beda serta syair lagunya menggunakan bahasa lokal setempat. Selain itu, lagu dolanan menjadi salah satu media hiburan bagi anak-anak kala itu sebelum memasuki era modernisasi dengan munculnya TV, internet, game online, playstation, dan masih banyak lagi media hiburan modern saat ini yang bermunculan dan mulai menggerus media hiburan tradisional.

Image: Lagu dolanan

Bisa dipastikan saat ini sangat jarang anak-anak mengenal lagu dolanan khas daerah mereka karena beberapa faktor :

  1. Minimnya kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal. Lagu dolanan merupakan salah satu warisan leluhur yang tak ternilai harganya dan perlu dilestarikan. Minimnya perhatian masyarakat dan para orang tua untuk mau mengenal, mengembangkan dan menyebarluaskan lagu dolanan sebagai budaya leluhur, membuat lagu dolanan bernasib tragis karena ia harus tergeser oleh derasnya arus budaya asing yang terus masuk tanpa filter budaya sama sekali.
  2. Derasnya arus budaya asing yang masuk dan berkembang dalam masyarakat membuat budaya lokal menjadi tergeser bahkan hilang. Seperti halnya lagu dolanan ini yang saat ini hampir hilang, digeser oleh musik-musik pop, rock, dan musik genre lainnya. Media-media entertainment atau hiburan yang semakin canggih lebih diminati kebanyakan masyarakat modern era ini, membuat media hiburan tradisional menjadi hilang dan terlupakan.
  3. Media massa, menjadi sarana paling berpengaruh terhadap masyarakat saat ini. Di era modern saat ini, media massa baik cetak (koran, majalah) maupun elektronik (radio, TV, internet) menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi semua lapisan masyarakat yang haus akan informasi. Minimnya publikasi di media massa akan budaya lokal seperti lagu dolanan ini nasib lagu dolanan ini hilang ditelan zaman, karena kebanyakan media massa lebih banyak memuat informasi budaya modern dan jarang media yang menampilkan atau bahkan menonjolkan budaya lokal.

Lagu dolanan yang dulu awalnya sebagia sarana bermain, sosialisasi sekaligus media entertain bagi kalangan masyarakat terutama anak-anak kini semakin pudar sinarnya. Menjadi sangat penting bagi kita memunculkan kembali kebudayaan lokal kita agar jangan sampai terulang kembali kebudayaan asli Indonesia diakui oleh negara lain karena kurangnya perhatian masyarakat terhadap budayanya sendiri dan lebih memilih budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.

Tags: