Pengertian Kalimat Langsung Dan Kalimat Tak Langsung

Setelah sebelumnya membahas tentang materi-materi bahasa Indonesia yang cukup penting seperti sejarah bahasa Indonesia, pengertian bahasa Indonesia, Pengertian sastra baru, maupun materi tentang unsur instrinsik dalam prosa. Kali ini SiUntung.com juga akan membahas masih seputar bahasa Indonesia, yaitu tentang kalimat langsung dan kalimat tak langsung. Materi ini sering kita jumpai mulai dari sekolah dasar hingga sma, tentunya dengan fokus pembahasan yang berbeda-beda.

Image: Merdeka.com

Pengertian Kalimat Langsung

Pengertian kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang meniru persis seperti apa yang diucapkan oleh seseorang. Kalimat langsung ini bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan. Kalimat langsung bisa berisi kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat seru, ataupun kalimat berita.

Bagi anda yang suka membaca prosa baik cerpen, novel, maupun naskah drama tentu sering melihat sebuah kalimat yang menunjukkan ucapan seseorang secara langsung, biasanya kalimat tersebut ada di dalam tanda petik. Itulah kalimat langsung, dan ciri-cirinya memang harus ada tanda petiknya apabila kalimat lansung tersebut dalam bentuk kalimat tertulis. Ada beberapa ciri lain yang menunjukkan suatu kalimat itu kalimat langsung atau bukan. Berikut ciri ciri kalimat langsung selengkapnya:

Bertanda Petik

Seperti yang telah disinggung diatas, salah satu ciri kalimat langsung yang paling mencolok adalah andanya tanda petik yang mengapit kalimat tersebut. Tanda petik yang dimaksud disini tentu dalam bahasa tulisan, karena kalau dalam bahasa lisan kita tidak tahu suatu kalimat ada tanda petiknya atau tidak.

Intonasi Lebih Tinggi

Kalau dalam bahasa tulisan harus diberi tanda petik, maka dalam bahasa lisan kalimat langsung harus diberi intonasi yang lebih tinggi dibanding kalimat lainnya. Hali ini untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat langsung dengan susunan kata yang sama persis seperti apa yang diucapkan oleh orang yang sedang diceritakan.

Awal Kalimat Menggunakan Huruf Kapital

Huruf pertama pada kalimat yang diapit tanda petik harus memakai huruf kapital. jadi pada kalimat langsung menggunakan bahasa tulisan, kalimat langsung yang diapit tanda petik harus diawali dengan huruf besar.

Itulah beberapa ciri kalimat langsung yang paling mudah untuk dideteksi guna membedakannya dengan kalimat tak langsung. Sebenarnya masih ada ciri-ciri lain yang harus kamu penuhi ketika membuat sebuah kalimat langsung, antara lain:

– Susunan kalimat langsung bisa memiliki 3 susunan yang berbeda, yaitu, pengiring-kutipan, kutipan-pengiring, ataupun kutipan-pengiring-kutipan.

– Bentuk kalimat langsung ada yang berupa kalimat berita, kalimat perintah, ataupun kalimat tanya.

– Harus ada pemisah koma (,) antara kalimat pengiring dan kalimat langsung yang ada dalam tanda petik.

Contoh kalimat langsung

Ayah berkata, “Anto, tolong nanti kalau selesai makan langsung belajar.”

Pengertian Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung merupakan kalimat yang menceritakan, memberitakan, ataupun memberitahukan kalimat langsung yang ada di dalam kutipan dalam susunan dan bentuk kalimat berita. Jadi secara singkatnya kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan suatu peristiwa ataupun ucapan yang bersumber dari orang lain dan susunan kalimatnya sudah diubah oleh pembicara, jadi pembicara/penulis tidak mengucap/menuliskannya seperti yang diucapkan oleh sumbernya langsung.

Ciri-ciri Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan kalimat langsung. Antara lain:

– Kalimat langsung tidak diapit oleh tanda petik

– Bagian kalimat yang diapit tanda petik semuanya diubah menjadi kalimat berita

– hanya berbentuk kalimat berita, tidak ada kalimat tanya ataupun kalimat perintah

– Intonasi yang digunakan dalam bahasa lisan datar dan sedikit menurun pada akhir kalimat.

Contoh Kalimat Tak Langsung

Ayah menyuruh Anto untuk langsung belajar setelah dia selesai makan.

Itulah

pengertian kalimat langsung dan kalimat tak langsung

beserta ciri dan contohnya agar anda lebih mudah memahami. Semoga dengan membaca artikel ini kita lebih memahami lagi kaidah tata bahasa Indonesia dan lebih mencintainya. Selamat Belajar.