Perubahan Makna Kata Serta Macam-macamnya

Dalam bahasa Indonesia terdapat kata-kata yang mengalami perubahan maknanya, perubahan makna kata ini terjadi karena beberapa sebab. Diantaranya dikarenakan terjadinya pergeseran konotasi, konotasi yang tadinya negatif karena satu dan lain hal berubah menjadi positif. Rentang masa penggunaan yang cukup jauh, suatu kata bisa jadi memiliki makna yang berbeda di setiap periode tertentu.

Image: Merdeka.com

Perkembangan kehidupan budaya, sosial, maupun teknologi, serta peyebab-penyebab lainnya. Paling tidak dalam bahasa Indonesia perubahan makna kata ini bisa diklasifikasikan menjadi 6 macam. Macam-macam perubahan makna kata tersebut antara lain:

Amelioratif

Perubahan makna kata amelioratif adalah perubahan makna kata menjadi lebih baik. Artinya, makna kata yang baru menghasilkan arti yang lebih positif dan lebih baik dibandingkan yang sebelumnya. Perubahan makna kata ini juga biasa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara halus. Contoh makna kata amelioratif: Kami membagikan nasi bungkus kepeada tunawisma. Kata tunawismadi kalimat tersebut memiliki makna yang lebih baik daripada kata gelandangan.

Peyoratif

Perubahan makna kata peyoratif ini merupakan kebalikan dari perubahan makna kata Amelioratif. Jadi perubahan makna kata peyoratif adalah perubahan makna yang mengalami penurunan nilai. Artinya makna yang baru memiliki nilai yang lebih rendah dari makna yang sebelumnya, ataupun kata yang baru memiliki makna lebih negatif dibandingkan kata yang sebelumnya. Contohperubahan makna kata peyoratif: Perempuan itu telah beranak dua. Kata beranakpada kalimat tersebut memiliki makna yang lebih kasar dibandingkan dengan kata memiliki anak.

Generalisasi

Generalisasi ini dari katanya saja kita bisa menyimpulkan bahwa perubahan makna kata yang terjadi menjadi lebih luas. Generalisasi ini juga bisa disebut dengan meluas. Jadi perubahan makna kata yang terjadi adalah dari khusus ke umum. Contoh: “Andi dipanggil Bapakkepala sekolah” Kata Bapak pada kalimat tersebut telah mengalami perluasan. Awalnya kata bapak berarti orang tua laki-laki dari seorang anak, tapi dalam kalimat ini telah berubah menjadi seseorang yang dituakan/dihormati, dalam hal ini kepala sekolah.

Spesialisasi

Kalau spesialisasi ini merupakan kebalikan dari generalisasi, dimana perubahan makna kata yang terjadi dari umum ke khusus. Makanya biasa disebut juga dengan penyempitan makna, karena makna yang baru lebih khusus dari makna sebelumnya. Contoh: Jono telah menjadi seorang sarjana. Kata sarana dalam kalimat tersebut berarti gelar kelulusan dari sebuah perguruan tinggi. Makna ini telah mengalami penyempitan, karena sebelumnya arti dari sarjana ini merupakan cendekiawan/orang yang berilmu. Kalau sekarang, mau berilmu atau tidak yag penting telah menyelesaikan perguruan tinggi tetap disebut sarjana.

Sinestesia

Perubahan makna kata sinestesia merupakan perubaan makna kata yang terjadi akibat terjadinya penanggapan oleh dua indra yang berbeda tentang makna suatu kata. Contoh: Omongan Ibu Rahmi sangat pedas untuk di dengar. Makna kata pedas dalam kalimat tersebut mengalami perbedaan makna karena pedasnya bukan dirasakan oleh lidah, tapi dirasakan oleh telinga.

Asosiasi

Perubahan makna kata yang terakhir adalah Asoisiasi, perubahan makna kata ini terjadi akibat adanya persamaan sifat, sehingga maknanya dapat dihubungkan dengan benda lain yang dianggap memiliki sifat yang sama. Contoh:Masa lalu pak Tarno sungguh hitam. Makna kata hitam merupakan hasil asosiasi dari masa lalu yang buruk. Jadi pengalaman yang buruk/jelekdimasa lalu bisa diasosiasikan atau diumpakan dengan warna hitam yang gelap.

Perubahan makna kata

di atas sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun kita banyak yang tidak mengetahui macam-macam makna kata, tapi mayoritas masyarakat sudah tahu arti dari makna kata tersebut. Tapi walaupun kita sudah mengetahui secara insting arti dari sebuah makna kata, alangkah lebih baiknya apabila kita benar-benar mengetahuinya menurut kaidah tata bahasa Indonesia. Selamat belajar.

Tags: