Simak 4 Tips Membeli Properti

Mencari dan rencana untuk membeli properti sama halnya kita akan mencari pasangan hidup, karena banyak sekali yang perlu kita pertimbangkan saat kita memilih lokasi properti tersebut. Generasi zaman dulu dimana suku Jawa mengatakan bahwa menyamakan properti dengan ‘pulung’, yang artinya anugerah bagi mereka yang memang berjodoh. Menurut kepercayaannya orang yang membeli properti, baik baru atau bekas berarti orang tersebut memperoleh ‘pulung’. Untuk bisa membeli sebuah properti harus ada usaha tertentu dari orang tertentu yang bersangkutan, karena rumah tidak langsung sim salabim tersedia begitu saja bagi mereka yang mampu membelinya. Banyak pilihan karena untuk membeli sebuah properti harus ada kecocokan bagi pembelinya, maka kita yang hendak membeli properti tertentu akan menceri rumah yang cocok bagi kita.

Saat ini sedang booming-boomingnya property yang ditawarkan oleh penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan, maupun di luar jauh dari perumahan. Properti-properti itu ditawarkan oleh banyak pihak,misalnya dari pengembang perumahan itu sendiri, broker properti, dan orang yang akan menjualnya secara langsung tanpa makelar. Melihat fungsi rumah sebagai tempat untuk berlindung dan ditinggali selamanya, maka memilih properti harus dilakukan dengan langkah kehati-hatian dan bijaksana. Dengan aneka tawaran yang beragam, maka pilihan kita akan menjadi lebih luas. Dalam memilih properti di area perumahan, yang perlu diingat dan harus diperhatikan adalah faktor lokasi dan merupakan faktor utama. Setelah mendapatkan lokasinya, baru kita menentukan properti mana yang akan kita pilih, dan agar tidak salah langkah dan memilih properti yang kita inginkan.

1. Siapa pengembangnya, properti yang dibeli secara kredit secara tidak langsung akan melibatkan komitmen jangka panjang juga. Di sinilah unsur kepercayaan lebih penting. Ketika kita menyerahkan uang sebagai tanda ‘oke’ dan uang sebagai DP, berarti kita percaya bahwa pengembang juga akan menjaga kepercayaan kita.

2. Suplai air bersihnya, masalah air bersih tetap menjadi persoalan klasik. Diharapkan pasokan air jangan sampai terjadi tersendat, bahkan macet, kualitas air yang baik. Nah dalam membeli properti, kita harus pandai-pandai menanyakan hal itu kepada pengembang properti, bagaimana pasokan air bersih di lokasi perumahan: apakah menggunakan air dari sumur atau perusahaan Negara seperti PDAM.

3. Kelengkapan fasilitas umum. Pada umumnya properti di kompleks perumahan ditawarkan bersamaan dengan fasilitas umum lainnya, seperti kolam renang, jaringan listrik, pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah, tempat sampah, sarana ibadah, tempat kesehatan dan lain-lain.

4. Partisipasi warga. Meski bukan jaminan yang utama kerjasama antar warga sekitar di sekitar kompleks perumahan dapat membuat sebuah kompleks perumahan akan lebih nyaman dan aman dihuni

Tags: