Balap Motor Olahraga yang Berbahaya

Balap motor merupakan salah satu cabang olahraga di Indonesia yang kurang bisa dijamah oleh semuakalangan masyarakat Indonesia. Olahraga ini cukup popular, padahal resiko yang dihadapi pelaku sangat tinggi yaitu bisa mengakibatkan kematian. Banyak orang beranggapan bahwa cabang olaraga ini hanya bisa dilakukan oleh orang – orang tertentu terutama kaya. Ya memang tidak bisa dipungkiri bila olahraga ini memang membutuhkan banyak modal. Bayangkan saja, untuk memulai terjun ke cabang olahraga ini harus memiliki unit motor yang siap untuk di modifikasi dan tidak bisa lagi untuk dipakai harian. Ditambah biaya modifikasi motor, membeli spare part motor khusus balap biar motor jadi kencang. Belom lagi membeli perlengkapan pendukung lainnya seperti wear pack (bajubalap), helm standar kompetisi, sepatu dan sarung tangan balap dan aksesoris lain untuk memenuhi persyaratan kelengkapan demi keamanan.

Image: IDN Times

Dalam olahraga balap motor memang membutuhkan modal yang cukup banyak, namun bagi yang menggelutinya mereka merasa harga yang pantas untuk menyalurkan hobi, apalagi untuk meraih prestasi. Gaji pembalap professional sangat tinggi, sehingga mereka menganggap akan impas bila modal awal pun harus tinggi. Sekelas pembalap nasional seperti Doni Tata Pradita, Rafid Topan dan M. Fadli saja bisa mencapai ratusan juta rupiah untuk semusim, apalagi pembalap kelas dunia seperti Valentino Rossi dan Pedrosa. Valentino Rossi dapat mengantongi 12 juta dolar AS atau sekitar 139 miliar rupiah per tahun dari gajinya. Sedangkan Pedrosa mendapatkan 4 juta dolar AS atau sekitar 46,5 miliar untuk kontraknya di tahun 2014 ini. Itu semua bari dari kontrak gaji membalapnya, mereka masih bisa mendapatkan tambahan dari sponsor dan iklan.

Sebenarnya olahraga balap motor memiliki beberapa jenis antara lain Road Race, Drag Bike dan Moto Cross. Itupun masih ada beberapa pengembangan lagi dari jenis tersebut. Road race adalah balapan motor yang biasa diadakan di sirkuit beraspal yang memiliki beberapa tikungan dan tidak jarang juga dilakukan di jalan umum yang disulap menjadi sebuah sirkuit balapan. Atlit balap Road Race Indonesia sendiri memang memiliki banyak prestasi di tingkat ASEAN bahkan ASIA. Drag Bike hampir mirip dengan Road race, bedanya adalah bila Road Race terdapat beberapa tikungan sedangkan sirkuit Drag bike hanya lurus sepanjang 201 meter. Motor Cross beda lagi, balapan ini dilakukan di sirkuit berlumpur dan berundak, jenis motor yang digunakan adalah trail.

Olahraga penuh resiko ini banyak disukai oleh para kaula muda. Yang dikhawatirkan adalah para anak muda ini melakukan penyimpangan dengan melakukanbalap liar yang juga lekat dengan ajang perjudian. Mereka melakukannya dengan perlengkapan keamanan seadanya bahkan tak jarang justru mereka tidak menggunakan pengaman sama sekali. Mereka tidak memikirkan resiko yang akan di tanggung.

Tags: