Clayology Diorama Clay Mengabadikan Momen Bersejarah Secara Unik

Mengabadikan momen bersejarah tidak hanya lewat foto atau video. Sekarang  dengan diorama clay atau clayology, Anda bisa merekam peristiwa penting dengan cara yang unik persis dengan aslinya. Bisa untuk pajangan atau sebagai hadiah untuk orang terkasih

Mungkin Anda sudah sering melihat miniatur yang dibuat dari clay. Memang banyak ditemukan sebab kerajinan ini mudah dibuat dan dipelajari. Terlebih lagi jika memang Anda hobi membuat miniatur. Namun Anda masih jarang menemukan diorama clay bukan? Berbeda dengan miniature yang meniru bentuk asli suatu objek dalam ukuran yang lebih kecil. Diorama justru gabungan dari beberapa miniatur yang disusun dalam satu tempat hingga menciptakan suatu pemandangan seperti aslinya.  Adalah Ronny Robertus yang membuat diorama clay dengan label Clayology.

Ia membuat diorama clay yang mirip dengan pemandangan aslinya seperti aktivitas seseorang di suatu ruangan atau kegiatan outdoor lainnya. Diorama ini dibuat sesuai dengan permintaan pemesan sehingga lebih personalized. Biasanya diorama clay diburu sebagai hadiah. Atau dijadikan sebagai pajangan yang mengabadikan kegiatan atau peristiwa penting.

Memang banyak ditemukan berbagai macam kerajinan berbahan clay. Kerajinan ini sangat mudah didapat bahkan dibuat sendiri. Namun tidak semua kerajinan clay sama antara satu dengan yang lainnya. Setiap seniman clay pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Begitu pun dengan Ronny, ia membuat clay yang berbeda agar terlihat unik dan tidak pasaran. Letak perbedaannya terlihat pada detail setiap ornamen yang ia buat. “Detailnya saya pakai clay semua artinya begini ada seniman clay lain yang memakai mote atau aksesoris tambahan selain bahan clay untuk membuat ekpresi wajah. Sementara saya memakai clay untuk keseluruhan baik saat membuat ekspresi wajah atau konstum dan detail pendukung lainnya,” ujar Ronny.

Selain menonjolkan detail Ronny juga memakai jenis clay yang lembut dimana ketika clay tersebut kering sempurna, tidak akan mudah pecah atau retak. Berbeda dengan clay polymer yang cenderung berat  dan mudah pecah jika terjatuh.Clay yang saya gunakan adalah jenis soft clay yakni clay lunak yang hasil jadinya ringan dan membal seperi penghapus karet. Berbeda dengan clay polymer atau nature clay (tanah liat,red) yang hasil akhirknya keras seperti patung dan mudah pecah  jika terjatuh,” lanjut Ronny.

Ronny sengaja memilih jenis clay tersebut dari sekian banyak jenis clay lantaran soft clay atau jumping clay mudah ditemukan dan proses pengeringannya sangat mudah cukup diangin-anginkan saja tanpa perlu dioven. Harganya pun jauh lebih murah ketimbang clay polymer  yang cenderung susah ditemukan di Indonesia. Menurut Ronny untuk pembuatan diorama yang dominan membuat berbagai macam bentuk orang dan hewan memang lebih cocok memakai jenis soft clay. “Setiap jenis clay itu berbeda teksturnya, untuk mendapatkan hasil yang sempurna tentu dipilih clay yang cocok,” tambah Ronny

Karena menginginkan hasil akhir yang ringan itulah Ronny memakai jenis soft clay. Walaupun sedikit rumit pada proses pengerjaaan sebab membutuhkan kecekatan dan kecepatan tangan. Sebab soft clay memiliki sifat mudah mengering dan jika sudah kering akan sulit untuk diolah kembali. Tak aneh jika soft clay hanya ditujukan untuk seniman clay yang sudah mahir dan tidak dianjurkan untuk pemula.

Dengan memakai jenis soft clay tingkat kemiripan dirorama yang ia buat mencapai 75%. Memang tidak akan mirip sempurna sebab diorama clay buatannya tidak seperti action figure yang dibuat dengan cara dicetak. Semua dilakukan dengan tangan. Lantaran itulah Ronny masih mengerjakan sendiri semua pesanan. Meskipun dibantu oleh asisten, Ronny enggan menyerahkan seluruh tugas ke tangan asistennya. “Sama seperti memasak beda tangan beda rasa. Begitupun dengan kerajinan clay beda yang bikin beda hasilnya. Asisten saya  cuma akan membantu mengemas tapi pelan-pelan akan saya ajarkan tekniknya agar saya juga tidak kerepotan saat pesanan membludak,” imbuh Ronny.

Diorama clay buatannya diletakkan dalam wadah transparan berbahan gelas dan mika. Selain untuk melindungi ornamen di dalamnya dari kerusakan juga berfungsi sebagai kemasannya. Ronny tak perlu membuat kemasan lagi tinggal tempelkan label pada kotaknya diorama sudah siap kirim. Ukurannya bervariasi tergantung seberapa besar dan luas diorama yang ingin dibuat. Mulai dari ukuran terbesar dengan kotak setinggi 8cm dan luas 17cm x 10 cm. Sampai ukuran terkecil 9cm x 9 cm. Semakin kecil ukuran diorama maka akan semakin sulit membuatnya dan harganya akan semakin mahal. “Patokan harganya saya ukur dari seberapa tinggi tingkat kesulitannya baru saya hitung dari ukurannya. Tapi biasanya sekalipun ukurannya kecil tapi bikinnya susah tetap saja mahal,” papar Ronny. Harga diorama buatannya berkisar dari Rp150 ribu sampai Rp 350 ribu.

Dalam sebulan Ronny mampu membuat lebih dari 20 model diorama yang dipesan oleh pelanggannya dari seluruh Indonesia. Dengan berpromo lewat online memang Ronny mendapat order dari berbagai daerah. Belum lagi pesanan dari luar negeri yang tertarik dengan diorama buatannya. Alhasil Ronny pun sempat membatasi pesanan jika sudah over limit. “Kasihan pelanggan saya kalau terlalu lama menunggu. Kapasitas saya belum besar jadi memang masih terbatas,” keluh Ronny.

Ia berharap jika sang asisten mampu menyamakan keterampilan  dengan dirinya atau menemukan lagi tenaga yang bisa ia didik Ronny berani meningkatkan kapasitas produksinya. Bahkan ia berani membuka outlet sebagai display sekaligus tempat kursus membuat diorama clay. “Rencananya memang akan buka outlet khusus dan juga tempat kursus. Tapi masih dalam proses mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” ujarnya berharap.

Tags: