Desain Eksterior dengan Konsep Go Green

Dewasa ini go-green atau gerakan hemat energi telah menjadi konsep yang sudah mendunia. Keprihatinan akan semakin parahnya efek dari pemanasan global, banyak ahli yang berlomba menemukan cara untuk mengurangi suhu udara saat ini. Bahkan dalam desain eksterior sekalipun, para arsitek seperti ditantang untuk ikut melibatkan konsep tersebut dalam karya-karyanya. Perhitungan antara bahan dan desain bangunan yang pas akan menimbulkan kesan go-greenyang tidak dapat dilakukan sembarang orang. Namun, tentu saja Anda dapat membuat kontribusi sederhana di sekitar rumah Anda. Berikut ini adalah ide sederhana yang dapat diterapkan pada eksterior rumah Anda.

Pemilihan Warna Desain Eksterior

Memilih warna untuk eksterior rumah lebih dari sekedar masalah preferensi pribadi. Hal ini adalah cara paling sederhana dan mudah untuk membuat rumah tampak lebih ramah lingkungan. Warna eksterior yang tepat harus pas dengan lingkungan Anda tinggal. Di daerah beriklim dingin, warna gelap membantu memerangkap hangat matahari ke dalam rumah. Sebaliknya, warna yang lebih cerah menjaga hawa sejuk dalam rumah di iklim yang lebih panas.

Pemasangan Atap

Jika Anda tinggal di daerah beriklim hangat, pertimbangkan untuk mengganti AC sepanjang tahun di sekitar Anda dengan cool roofatau atap dingin. Atap tersebut dibuat dari bahan reflektif seperti shingles atau ubin, yang secara khusus dirancang untuk menurunkan suhu atap dan memantulkan sinar matahari. Dengan begitu, tanpa AC pun kita tetap dapat terbebas dari panas.

Jendela Loteng atau Atap Kaca

Hal lain yang harus kita perhatikan adalah memasang jendela loteng atau atap kaca. Jendela loteng dan atap kaca sudah terbukti meningkatkan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sistem pemanasan rumah Anda, serta meningkatkan efisiensi energi.

Pintu Eksterior

Jenis eksterior terakhir yang dianggap dapat meningkatkan efisiensi energi rumah Anda adalah pintu. Tidak seperti memilih warna untuk eksterior, memilih pintu eksterior sangatlah rumit. Saat Anda membeli pintu eksterior, pastikan tingkat performa energinya – nilai yang menunjukkan seberapa baik pintu tersebut mempertahankan atau memerangkap hawa dingin atau panas di dalamnya. Kemudian Anda dapat mempersempit pilihan sesuai dengan kebutuhan. Baru setelah itu, pilihlah pintu eksterior yang paling sesuai dengan selera Anda.

Anda dapat terus mencari dan membuat ide-ide Anda sendiri untuk memperbaiki eksterior yang sudah ada. Memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menciptakan sebuah rumah dengan fitur efisiensi energi dan ramah lingkungan. Cobalah untuk sesekali berpikir di luar kotak agar menemukan ide-ide sederhana dari hal-hal di sekitar Anda. Perlu juga Anda ingat bahwa beberapa negara menetapkan peraturan tentang beberapa jenis eksterior, seperti Amerika Serikat mengenai atap kaca, maka berpikirlah sebelum bertindak. Tunggu apa lagi? Bersiaplah menjadi arsitek pemula untuk rumah Anda sendiri!

Tags: