Penyakit yang Jadi Langganan Anak

Menurut info dari World Health Organization (WHO) ada beberapa penyakit yang jadi langganan anak, diantaranya adalah flu, diare, dan radang tenggorokan. Semua gangguan kesehatan ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, yang artinya penyakit ini akan mudah menyerang saat daya tahan si anak sedang lemah. Karena itu, dengan memahami penyakit-penyakit ini, akan membuat orang tua lebih waspada dan menjaga si kecil agar terhindar dari penyakit ini.

Image: Tribunnews.com

Berikut ini beberapa penyakit yang jadi langganan anak:

FLU

Siapa yang tidak mengenal penyakit ini, bahkan tak hanya anak-anak saja yang mudah terserang, orang dewasa pun tidak luput dari penyakit ini. Flu disebabkan oleh virus influenza yang mana gejalanya diawali dengan batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, menggigil, sendi terasa pegal, dan mata terasa panas.

Kebanyakan kasus influenza ini dapat sembuh dengan sendirinya. Yang sebenarnya dibutuhkan adalah istirahat yang cukup, mencukupi cairan tubuh, dan jika perlu mengkonsumsi vitamin c. Tidak perlu langsung diberi antibiotik, cukup obati gejalanya saja. Misalnya saat si kecil batu, beri ia obat batuk, atau saat ia terkena demam, berikan obat penurun panas. Ibu juga dapat membantu mempercepat si kecil pulih dengan memberikan makanan-makanan hangat seperti sup atau bubur.

DIARE

Penyakit yang jadi langganan anak selanjutnya adalah diare. Seseorang dapat dikatakan terkena diare apabila ia buang air besar (BAB) lebih dari 4x dalam kurun waktu 24 jam, atau BAB encer dan menyembur (mencret). Diare merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Biasanya diare dikait-kaitkan dengan hal-hal yang tidak higienis. Penyebab diare bisa disebabkan oleh bakteri, rotavirus, atau sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya jika diare diakibatkan oleh rotavirus yang masuk melalui mulut, penanganannya tidak perlu dengan memberikan obat anti diare. Cukup dengan membiarkan tubuh mengeluarkan hal-hal yang tidak dibutuhkan olehnya.

Selama anak terkena diare, pastikan ia cukup cairan dan nutrisi. Jika masih bayi dibawah 6 bulan, jangan berikan apapun selain ASI, termasuk air putih, karena justru air putih malah meningkatkan resiko infeksi pada saluran cernanya. Pada anak-anak, pastikan mereka mendapat suplai makanan/minuman yang lebih dari yang dikeluarkan oleh tubuhnya. Bantu juga dengan memberikan larutan gula garam/oralit setiap habis diare. Dosis pada anak dibawah 2 tahun sebanyak 50-100 ml oralit, anak dibawah 10 tahun sebanyak 100-200 ml, sedangkan pada anak 10 tahun ke atas, berikan sebanyak yang ia inginkan.

RADANG TENGGOROKAN

Berikutnya penyakit yang jadi langganan anak adalah radang tenggorokan. Faringitis atau radang tenggorokan merupakan infeksi pada tenggorokan. Penyakit ini paling sering menyerang pada anak usia batita, dan akan mudah sekali menyerang saat si anak tidak dalam kondisi fit, misalnya karena kurang istirahat. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menular lewat butiran halus air liur yang mengandung kuman, yang bertebaran di udara sehingga terhirup saat bernapas.

Gejala radang tenggorokan antara lain sakit tenggorokan, demam, batuk, sakit kepala, linu-linu pada otot dan keluar air mata. Rata-rata anak-anak terkena radang tenggorkan 6-7 kali per tahun. Biasanya radang tenggorokan menyerang anak yang memiliki daya tahan tubuh kurang atau anak yang memiliki alergi.

Umumnya, radang tenggorokan butuh sekitar 3-5 hari untuk penyembuhan. Selama masa penyembuhan pastikan anak mengkonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat. Pemberian antiobiotik dapat dilakukan saat anak terkena demam mendadak, terdapat kelenjar getah bening di sekitar leher, peningkatan kadar sel darah putih, dan adanya detritus (warna keputihan di tenggorokan).

Demikian bunda beberapa daftar penyakit yang jadi langganan anak. Semoga menjadi perhatian bunda agar anak terhindar dari berbagai penyakit tersebut.

Tags: