Cara Merawat Kulit Bayi Yang Benar

Kulit bayi sangatlah rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Karenanya ibu dan mama harus mengetahui tiga hal penting tentang kulit bayinya. Apa sajakah itu?

Image: MY BABY.co.id

Tahukah ibu dan mama bahwa kulit bayi sangatlah berbeda dengan kulit orang dewasa. Itulah alasannya kenapa ibu dan mama harus menggunakan produk khusus bayi untuk perawatan kulit bayinya. Seperti yang kita ketahui, kulit bayi yang fungsinya sama dengan kulit orang dewasa memiliki struktur yang sangat halus dan lembut. Selain itu, strukturnya akan berubah secara dramatis sejalan dengan perkembangan bayi semenjak usia sembilan minggu.

Kulit bayi juga memiliki tekstur yang lebih tipis bila dibandingkan dengan orang dewasa. Ia akan lebih rentan terkena bakteri dan zat berbahaya lainnya yang berasal dari lingkungan sekitar. Hal ini disebabkan oleh produksi melanin yang tidak sebanyak kulit orang dewasa, akibatnya kulit bayi kurang bisa menangkal sengatan matahari. Ditambah lagi, kulit bayi memiliki kandungan minyak yang lebih sedikit, sehingga lebih mudah dehidarasi dan kering.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Anda tidak akan bisa menolak menyentuh buah hati Anda dan bahkan mungkin mencium pipinya, karena kulit bayi ibarat kertas putih kosong yang masih bebas dari semua noda. Apalagi ketika menyentuhnya, biasanya akan dihampiri perasaan haru. Tapi jangan terlalu berlebihan, karena kulit bayi membutuhkan perlindungan yang lebih ekstra, sehingga Anda perlu lebih hati-hati.

Hal ini diperkuat dengan adanya penuturan dari Nelson Lee Novick, MD, seorang pengamat kulit bayi, bahwa semakin sedikit menyentuh dan mengelus kulitnya akan lebih baik untuk perlindungan bayi. Jadi ibu dan mama, jangan sampai lupa untuk selalu merawat kulit bayinya dengan cara memahami terlebih dahulu tiga hal penting yang harus diketahui oleh ibu tentang kulit bayinya. Apa sajakah itu?

Volume sebum (zat berminyak yang dihasilkan oleh kelenjar kulit) yang diproduksi kulit bayi ternyata rendah.
Akibatnya, bayi akan menyesuaikan dan mempertahankan jumlah sebum yang ia miliki melalui pengaruh hormon dari ibunya selama tiga bulan pertama setelah lahir. Namun, setelah lewat dari tiga bulan, jumlah sebum tersebut berkurang.

Bayi cenderung mengeluarkan keringat yang banyak.
Hal ini disebabkan oleh tingginya kepadatan kelenjar keringat dalam tubuhnya yang jumlahnya menyamai jumlah kelenjar keringat orang dewasa. Selain itu, bayi juga memiliki metabolisme yang sangat aktif, sehingga membuat bayi sering berkeringat terlalu banyak.

Bayi rentan terkena iritasi pada kulitnya.
Sebab ketebalan kulit bayi lebih tipis dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga menyebabkan bayi memiliki ketahanan kulit yang lemah terhadap iritasi.

Oleh karena itu, penting bagi seorang ibu atau orang tua dalam menjaga kesehatan kulit bayinya. Ingatlah selalu untuk merawat kulit bayi yang halus agar senantiasa sehat adalah dengan tidak menghilangkan terlalu banyak minyak alami di kulitnya, yaitu dengan tidak terlalu sering membersihkannya. Cucilah kulit mereka, seperti misalnya bagian tangan dengan busa dan kemudian basuhlah menggunakan air hangat.

Sangat disarankan menggunakan produk khusus yang dirancang untuk bayi mengingat rentannya kulit bayi akan pengaruh lingkungan sekitar. Salah satunya adalah produk khusus bayi, QP Baby yang dikeluarkan oleh merk Cow Brand (www.cow-style.co.id) dari Jepang, sebuah bran yang telah lebih dari 100 tahun berdiri di Jepang, yaitu sejak tahun 1909. QP Baby adalah rangkaian perawatan kulit bayi yang rendah kandungan asamnya, sehingga tidak mengurangi kadar minyak alami kulit bayi. Formulanya juga bebas zat pewarna dan tidak mengandung wewangian, sehingga tidak menimbulkan efek samping terhadap kulit bayi yang sensitif. Dengan QP Baby dari Cow Brand, ibu dan mama tidak perlu khawatir lagi akan perawatan kulit bayinya.

Content composed with the instant Online HTML editor. Please purchase a HTMLg license to remove the promotional messages from the edited documents.

Tags: