Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak

Sebagian besar anak mengalami kesulitan untuk lepas dari ketergantungan pada popok. Bagaimana cara melatih mereka prosestoilet training?

Melatih si kecil menggunakan toilet merupakan salah satu kesulitan yang sering dihadapi oleh orangtua. Salah satu penyebabnya adalah orang tua kurang menyadari kapan waktu yang tepat untuk mulai membiasakan anak berhenti menggunakan popok lagi.

Image: Wajibbaca.com

Sebagian besar anak menunjukkan tanda-tanda kesiapannya di usia antara 18-24 bulan, namun beberapa anak lainnya ada yang lebih awal atau lebih lambat dari itu. Biasanya anak laki-laki membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mempelajari toilet trainingdibandingkan anak perempuan.

Namun, perlu diingat tidak semua anak bisa dilatih di usia yang sama. Yang terpenting adalah dianjurkan agar orang tua mengenali tanda-tanda kesiapan buah hatinya. Misalnya, perhatikan apakah si kecil tiba-tiba diam selama beberapa detik setiap kali ia mau buang air kecil, si kecil mulai memahami kata-kata tentang ke toilet dan mengekspresikan kebutuhannya secara lisan, popoknya kering setelah 2 jam, dan lain sebagainya.

Untuk memudahkan orangtua melatih si keciltoilet training, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Memperhatikan Kebiasaan Anak

Anda pasti bisa mengenali kapan si kecil merasa ingin buang air kecil. Bila sudah terlihat tanda-tanda ia ingin buang air, ajak si kecil ke toilet. Meskipun dia belum akan pipis, tapi kamar mandi akan mengingatkan ia serta memberi sugesti untuk buang air kecil.

Mulai Biasakan Tidak Menggunakan Popok

Cobalah memakaikan celana kain pada si kecil. Jika dia memiliki baju kesayangan, hal ini akan membuatnya merasa lebih sayang untuk tidak mengotorinya. Jika ia terlanjur mengompol di celana, jangan pernah memarahinya, tapi ajaklah ke toilet untuk membersihkannya, agar ia bisa mengerti bahwa kotoran harus segera dibersihkan dan dibuang ke toilet.

MenggunakanPotty(Tempat Buang Air) 

Latihlah dengan menggunakan alat pipis atau potty yang bentuknya menyerupai kloset di kamar mandi, tapi dengan ukuran yang lebih kecil.

Usahakan Tetap Santai dan Tidak Emosi

Jangan terlalu menekan si kecil agar lulus toilet training secepatnya. Jika ia melakukan kesalahan, jangan pernah memarahinya, karena sebagai orangtua harus bisa mengerti dan memahami anak ketimbang memberikan perintah-perintah.

Ciptakan Kebiasaan

Buatlah kebiasaan-kebiasaan kecil untuknya, misalnya saat ia baru bangun tidur, ajaklah ia untuk pergi ke toilet dulu. Hal ini akan menjadi rutinitas baru baginya.

Beri Pujian 

Berikanlah pujian ketika ia berhasil melakukannya, karena hal tersebut akan membuatnya merasa senang dan semakin termotivasi.

The Rubik’s Cube is a three-dimensional twisty puzzle. Learn the easiest Rubik’s Cube solution here.

Tags: