20 Fakta Anak Bungsu yang harus kamu ketahui

Setiap anak secara fitrah dilahirkan dengan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda, anak sulung tidak bisa kita disamakan dengan anak bungsu, karena memang secara ilmiah akan banyak sekali perbedaannya. Salah satu faktor yang membedakan karakteristik dan kepribadian anak bungsu dengan anak yang lainnya adalah urutan anak dalam sebuah keluarga itu sendiri, Seperti yang kita ketahui, anak bungsu adalah anak terakhir dari dari sebuah keluarga, atau juga bisa bisa dikatan sebagai anak bontot. Selain menjadi anak yang sering dicap sebagai “si manja”, anak bungsu ternyata banyak memiliki karakteristik dan fakta yang sangat mengejutkan. Baik secara kepribadiannya, sosialnya dan bahkan banyak fakta fakta ilmiah yang menarik tentang anak bungsu ini. Salah satu alasan saya menamakan web ini dengan nama bungsu.id adalah karena saya adalah seorang anak bungsu dari keluarga kecil namun bahagia.(*) Fakta-fakta tentang anak bungsu yang akan saya tulis ini saya rasa memang relevan dengan keadaan anak bungsu yang memang saya rasakan sendiri. Anak bungsu Seringkali dicap sebagai anak yang paling manja diantara saudara-saudaranya. Apakah hal itu fakta atau hanya mitos belaka? Dari pada penasaran, mari kita simak sama-sama penjalasan tentang fakta fakta menarik dari si anak bungsu.

Image: Lanang Indonesia

1. Anak Bungsu lebih Kreatif
Hal ini dikategorikan sebagai kondisi psikologis dari anak bungsu. Mereka sangat percaya diri akan menjadi anak yang paling dicintai oleh orang tuanya. oleh sebab itu, anak bungsu lebih banyak bersantai dari pada menyibukan dirinya menjadi pribadi yang dapat bertanggung jawab bagi keluarga seperti saudara-saudaranya yang lebih tua. Dengan keadaan ini, mereka akan menciptakan dunia meraka sendiri yang memang ia inginkan dan ia nikmati, dan juga Mereka Memiliki Waktu Lebih Banyak Untuk Mengejar Hobi Kreatif Selama Remaja mereka. Sebuah studi yang dilakukan oleh CareerBuilder menemukan bahwa anak-anak termuda cenderung memilih karir seperti seni, desain, arsitektur, pengeditan, penulisan, teknologi informasi, atau penjualan. Ini menunjukan bahwa memang anak bungsu memiliki kreatifitas yang tinggi.

2. Terbiasa Manja
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa predikat sebagai anak manja adalah hal yang sangat melekat pada anak bungsu, hal ini bisa diakibatkan oleh banyak hal, seperti terbiasa mendapatkan berbagai keistimewaan dari keluarganya ataupun memang sebab dari kepercayaan dirinya sebagai anak yang paling disayangi orang tua. Terlepas dari semua itu, sikap manja sebenarnya adalah bentuk persaingan dari anak untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari orang tua mereka. Namun faktanya setiap orang tua tidak akan membeda-bedakan semua anaknya dan pasti akan selalu menyayangi mereka sepenuh hati dan menganggapnya sebagai anugrah yang paling berharga dari Tuhan yang Maha Kuasa.

4. Mempunyai Selera Humor yang Menarik
Anak bungsu akan menjadi anak yang paling berbahagia, karena mereka akan mendapatkan limpahan kasih sayang dari orang tua dan saudar-saudaranya yang lebih tua. Dengan demikian mereka tumbuh sebagai orang yang menyenangkan dan mempunyai selera humor yang baik, dengan selera humornya itu, tidak heran jika anak bungsu selalu menjadi pusat perhatian di keluarganya. Memiliki sifat Humoris juga merupakan salah satu sifat yang sangat disukai dalam pergaulan sosial. walaupun tidak semuanya begitu, Namun setidaknya mayoritas anak bungsu lebih memilki sikap yang periang dan ceria dibandingkan saudaranya yang lain.

5. Menyukai pengalaman Baru
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa anak bungsu menjadi anak yang special dalam keluarga, karena memang ternyata anak bungsu memiliki sikap yang selalu ingin tahu dan penasaran terhadap sesuatu yang belum pernah ia temukan sebelumnya. Pemikiran yang terbuka inilah yang akan mendorong mereka untuk selalu mencari pengalaman baru. Terkadang bahkan mereka bisa berpikir diluar kebiasaan yang ada, atau out of the box. Pengalaman baru bagi anak bungsu dianggap sebuah tantangan yang wajib dipecahkan dan dilaksanakan, dengan bakat kreatifitas dan pengetahuan yang mereka miliki, kebanyakan dari mereka berhasil untuk memecahkan dan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

6. Lebih Mandiri
Anak bungsu akan menjadi anak yang terbiasa ditinggal oleh saudara-saudaranya yang telah memilki kesibukan sendiri, mereka akan memiliki banyak waktu dalam kesendirian, kebanyakan orang memang terkadang merasa jenuh dengan kesendirian, namun berbeda dengan si bungsu, mereka lebih dominan menikmati dan memanfaatkan waktunya ketika sendirian dengan lebih baik dan produktif, tanpa perlu merasa kesepian atau sengsara, atau merasa selalu perlu ditemani orang lain. Dengan keadaan inilah anak bungsu akan menjadi anak yang sangat mandiri. Bukan hanya dari segi kepribadiannya saja, namun juga anak bungsu akan lebih mandiri ketika menggeluti suatu usaha. Karena mereka cenderung ingin membuktikan bahwa mereka bisa bukan hanya dengan ucapan, namun dengan tindakan yang pasti.

7. Memiliki Jiwa Optimistis
Salah satu fakta lain tentang anak bungsu ialah memiliki jiwa optimistis. Kemampuan untuk menggapai impiannya tanpa dibayangi rasa takut akan gagal biasanya dimiliki oleh kepribadian anak bungsu. Mereka lebih berani untuk mengikuti kata hati daripada menanamkan keraguan di hati mereka. Mereka tidak mudah merasa cemas dan selalu teguh dalam pendiriannya untuk menggapai apa yang dia inginkan. Mereka selalu dapat melihat sisi positif dari semua hal, mempercayai bahwa semua hal pasti dapat diselesaikan dan masalah selalu dapat dicari jalan keluarnya. Sikap Optimistis ini menjadi khas yang saya rasa memang benar-benar tepat jika disandingkan dengan anak bungsu. Dengan sikap ini pula seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua jika kita ingin maju.

8. Lebih dekat dengan Orang Tua
Sebagai anak yang termuda, mereka akan memiliki lebih banyak waktu berkualitas beserta orang tuanya. terlebih lagi jika lahir dengan jarak usia yang jauh dengan saudara lainnya, di saat saudara lainnya yang lebih tua sudah sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, anak bungsu akan mempunyai banyak waktu untuk memperhatikan dan menjalin ikatan yang lebih erat dibandingkan saudara lainnya. Walaupun memang ini dianggap sedikit relatif, tergantung bagaimana keadaan keluarga dan kesehariannya, karna si bungsu akan sama-sama tidak memiliki banyak waktu dengan orang tua jika mereka bekerja atau memiliki usaha yang memungkinkan tidak memiliki banyak waktu di rumah.

9. Tidak Suka Ikut Campur Urusan Orang Lain
Anak bungsu juga ternyata sedikit tidak peka terhadap lingkungan di sekitarnya, ini di sebabkan karena kebanyakan saudara nya yang membuat batasan terhadap mereka bersikap seolah mengatakan bahwa ada bagian hidup saudaranya yang tidak bisa dicampuri. Anak bungsu dapat mengembangkan pemahaman untuk tidak mencampuri privasi orang lain kecuali mereka diminta untuk terlibat. Namun hal psitif di balik fakta ini adalah mereka lebih selektif dan berhati-hati dalam mencampuri urusan orang lain. Terlebih lagi dengan urusan yang sangat Privacy atau memang bukan tempatnya bagi mereka untuk mengetahui hal yersebut.

10. Mudah bergaul
Mudah bergaul menjadi Karakteristik anak bungsu yang baik. karena pastinya Setiap anak akan di didik dan dibesarkan menjadi anak yang baik dan berguna bagi orang tuanya, terlebih pada anak bungsu, mereka akan mendapatkan kasih sayang yang lebih yang akan membuat mereka sangat mudah untuk mendapatkan teman dan bergaul. Hal ini disebabkan pula oleh terbiasanya mereka bergaul dengan orang-orang yang lebih tua baik di dalam keluarga ataupun dilingkungan lainnya. Sebaliknya, jika mereka diperlakukan kurang baik maka bisa jadi akan sulit bergaul serta mudah tersinggung. Namun Faktor lingkungan akan sangat mempengaruhi setiap pertumbuna setiap anak, maka dari itu. Tetaplah berteman dengan orang-orang baik untuk menjadi pribadi yang baik pula

11. Berjiwa Muda
Pada umumnya memang inilah yang akan terjadi pada seorang anak bungsu. Mereka terbiasa dianggap sebagai yang termuda dan melihat orang lain yang lebih tua darinya, Kurangnya tekanan dan pengharapan terhadap anak bungsu dari keluarga, membuat mereka lebih bebas. Terbiasa menjadi yang termuda akan membuatnya selalu merasa muda juga, dan mengembangkan jiwa yang bebas, mempunyai sosok yang menarik, dan bersikap seakan tanpa beban. Namun apapun itu, setiap sikap positif, layak kita ikuti dan pertahankan.

12. Belajar dengan Baik jika Diarahkan
Terbiasa mengikuti orang orang yang lebih tua, anak bungsu mempelajari semua yang perlu mereka ketahui melalui pengamatan dan bimbingan, mereka pada dasarnya sedikit lebih lamban jika tidak diarahkan denganbenar. dan hal ini akan terlihat sangat jelas ketika mereka memasuki dunia kerja. Bila seluruh proses kerja hanya diterangkan dengan kata kata, mereka akan menemui sedikit kebingungan. Tapi apabila mereka ditempatkan untuk mengamati seniornya bekerja atau dijelaskan sekaligus beserta prakteknya, mereka akan dapat belajar dengan cepat.

13. Sedikit Cuek dalam berpenampilan
Fakta lain tentang anak bungsu ini adalah mereka sangat cuek dengan penampilannya, ini diesebabkan karena cukupnya kasih sayang dan perhatian dari keluarga yang begitu luas biasa yang mereka rasakan, sehingga mereka mereka tidak begitu peduli dengan apa yang mreka pakai atau pakaian seperti apa yang sedang ramai bagi kebanyakan orang mereka lebih memilih berpakaian dengan sederhana namun tetap menarik, mereka merasa, penampilan bukanlah segalanya dan ada banyak hal lain yang lebih penting daripada hanya seksedar penampilan.

14. Selalu Menikmati Hidup
Tidak dapat dipungkiri, setiap anak bungsu akan mendapkan kemudahan dengan apa yang mereka mau sejak mereka kecil, biasanya orang tua akan sedikit memanjakan si bungsu, dan itu akan membuatnya mereka selalu mensyukuri dan menikmati apa yang telah mereka dapatkan. Apabila kemudahan itu didapatkan dengan bimbingan yang benar, tentu mereka akan mudah menikmati hidup dan menjadi orang yang tidak mudah mengeluh ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik. Menikmati hidup disini bukan berarti sepenuhnya selalu menerima dengan apa yang telah terjadi, namun juga bermakna bahwa anak bungsu selalu menikmati setiap proses dalam kehidupannya.

15. Dalam Percintaan, si bungsu lebih Cuek dan Bukan Tipe Pengumbar Cinta
Dalam sebuah hubungan, si bungsu adalah tipe yang cuek dan juga bukan tipe yang gila mengumbar cinta dan perhatian, dia lebih senang menyembunyikan statusnya di belakang khal layak. namun meskipun begitu mereka termasuk orang yang penyayang. si anak bungsu hanya tidak pandai menunjukan perhatiannya saja. Terlepas dari itu semua, perpaduan cuek dan manisnya ini jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi lawan jenisnya.

Setelah kita membahas tentang karakter dan kepribadian si anak bungsu, selanjutnya kita akan sedikit membahas tentang fakta anak bungsu secara ilmiah

FAKTA ILMIAH TENTANG ANAK BUNGSU

16. Lebih rentan terhadap obesitas.
Ketika para peneliti di Kopenhagen melihat bobot anak-anak berdasarkan urutan lahir, mereka menemukan bahwa anak bungsu kemungkinan besar mengalami obesitas.

17. Cenderung agak bodoh
Fakta berbicara, Ketika para ilmuwan di Universitas Oslo melihat nilai IQ pria , mereka menemukan bahwa anak sulung kemungkinan memiliki IQ lebih tinggi daripada anak bungsu.

18. Cenderung agak nakal
Psikolog Frank Sulloway, penulis Born to Rebel, telah menemukan alasan mengapa anak bungsu agak sedikit nakal. Kajiannya telah menunjukkan bahwa anak sulung lebih cenderung mengikuti peraturan orang tua, sementara adik mereka yang terakhir cenderung sebaliknya.

19. Berisiko tinggi terkena penyakit
Para ilmuwan sepakat dan mengatakan bahwa usia lanjut sang ayah pada saat pembuahan akan mempengaruhi si jabang bayi, semakin tua sang ayah, maka resikonya lebih tinggi bagi si bayi. Di antara penyakit yang paling umum terjadi pada anak bungsu adalah Achondroplasia dan bentuk dwarfisme atau Kelainan hormon yang menyebabkan tidak berkembangnya pertumbuhan bentuk tubuh atau tetap kecil.

20. Berisiko rendah terkena diabetes
Seorang peneliti dari Oxford menyampaikan kabar buruk untuk anak-anak sulung dengan mngatakan bahwa mereka berisiko tinggi terkena diabetes , dan juga mengatakan risiko terkena diabetes akan menurun kepada anak yang kedua, ketiga dan seterusnya, dengan kata lain, resiko ini akan lebih sedikit untuk bayi nomor dua, bahkan lebih sedikit untuk bayi nomor tiga, dan seterusnya.

Hanya ini yang dapat saya sampaika, semoga tulisan ini menjadi referensi yang baik baik bagi sobat semuanya. Salam hangat