3 Ide Usaha Untuk Janda Muda

Hidup menjanda bukanlah perkara mudah. Tapi memiliki usaha bisa dijadikan pilihan oleh para janda muda untuk bisa hidup mandiri.

Menjadi seorang janda mungkin bukan pilihan yang menarik bagi kebanyakan wanita. Meskipun begitu, kita semua menyadari bahwa hal tersebut bisa terjadi pada siapa saja dan merupakan bagian dari kehidupan di dunia ini.

Ketika status janda menjadi sebuah kenyataan, seorang janda muda akan dihadapkan pada tantangan untuk bisa meneruskan hidupnya. Tak sedikit yang memilih jalan sebagai pegawai, tapi tak jarang pula yang memilih untuk cepat-cepat menikah lagi.

Tapi pilihan tentunya tak terbatas hanya pada kedua hal di atas.

Jalur kewirausahaan misalnya, bisa dijadikan sebagai salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan oleh para janda muda.

Dengan menjadi pengusaha, seorang janda muda tak hanya bisa meneruskan hidupnya, tapi juga bisa memperbaiki kondisi ekonomi dan merintis jalan menuju kemandirian finansial.

Berikut adalah beberapa ide usaha untuk para janda muda:

1. Usaha Jahitan

Kemampuan menjahit atau merajut bisa dimanfaatkan seorang janda muda untuk menghasilkan produk-produk tekstil kreatif. Baik berupa produk fashion ataupun produk kerajinan tangan.

Perkumpulan seperti Komunitas Merajut dan Merenda Indonesia (FB: Milis Mari Merajut ) dan Belajar Merajut misalnya, bisa digunakan sebagai titik awal untuk mendapatkan inspirasi ataupun model usaha.

Bagi mereka yang tidak memiliki keahlian menjahit ataupun merajut, bidang ini tetap bisa ditekuni dengan menjadi penjual produk jahitan ataupun jadi penyuplai barang/jasa untuk kebutuhan usaha jahitan itu sendiri.

Salah satu cerita inspiratif tentang usaha jahitan dan janda muda bisa kita temukan di Bangladesh.

Seorang janda muda, Amena Begum, ditinggal mati oleh sang suami yang hanya seorang tukang becak karena gagal ginjal. Ketika ini terjadi, pilihan yang umum diambil oleh orang-orang seperti Amena adalah menjadi pembantu rumah tangga.

Tapi tidak dengan dirinya. Dengan kreatifitas, kegigihan, dan kerja keras, Amena bertekad menjadi seorang pengusaha dan membangun sebuah bisnis jahitan.

Atas usahanya tersebut, Amena berhasil mendapat dukungan dari Bangladesh Youth Enterprise Advice and Helpcentre (B’YEAH) dan menjadi pemenang di kompetisi Barclays Capital Journey to Enterprise Award.

Amena kini menjadi seorang wanita yang percaya diri dan mandiri. Dia bisa menghidupi ketiga anaknya, menjadi tokoh inspiratif bagi masyarakat sekitarnya, dan membuktikan bahwa pilihan menjadi pengusaha merupakan langkah awal menuju sukses yang kini diraihnya.

2. Social Media Marketer

Bisnis online sekarang ini makin banyak bermunculan dan di saat yang sama, mereka juga merambah di social media.

Situasi ini secara tidak langsung telah meningkatkan kebutuhan akan tenaga pemasaran online.

Bagi para janda yang aktif di social media, mereka bisa menyalurkan “hobinya” ini untuk menjadi social media markerter.

Untuk mengasah keterampilannya, seorang janda muda bisa membaca buku-buku elektronik tentang bagaimana cara memasarkan melalui social media.

Contoh, Facebook menyediakan buku Best Practice Guide: Marketing on Facebook. Bisa juga buku dari Hubspot yang berjudul The Essential Step-by-Step Guide to Internet Marketing, dan untuk Twitter, bisa membaca The Ultimate Guide to Twitter Marketing dari CopyBlogger.

Masih banyak yang lagi bahan bacaan yang bisa dijadikan referensi. Bagusnya lagi semuanya tersedia gratis dan bisa diakses secara mudah.

Dengan sedikit kreatifitas, berkemauan untuk mengasah keterampilan, dan keberanian untuk mencoba, seorang janda muda bisa memiliki usaha sendiri di bidang jasa pemasaran di social media.

3. Layanan Akuntansi

Pencatatan keuangan yang baik merupakan salah satu tantangan terbesar bagi para pemilik usaha kecil dan rumahan yang ingin mengembangkan usahanya. Terlebih jika ada keperluan untuk penghitungan pajak ataupun pinjaman modal.

Namun, untuk mempekerjakan karyawan akunting mungkin masih dianggap terlalu mahal atau bukan menjadi prioritas mereka. Nah, kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh para janda muda yang punya latar belakang akuntansi sebagai sebuah peluang usaha.

Para janda muda bisa menawarkan layanan akuntansi kepada usaha kecil dan rumahan berdasarkan kontrak kerja masa tertentu ataupun per proyek.

Mereka tak perlu tiap hari hadir dan cukup datang secara rutin berdasarkan jadwal kunjungan.

Kalau saya boleh ilustrasikan, layanan ini seperti kunjungan dokter yang secara berkala memberikan pemeriksaan rutin keuangan usaha.

* * *

Menjadi seorang janda mungkin bukan pilihan yang menarik bagi kebanyakan wanita.

Namun ketika status janda menjadi sebuah kenyataan, seorang janda muda bisa memilih jalur kewirausahaan sebagai sumber pendapatan untuk meneruskan hidup, memperbaiki kondisi ekonomi, dan merintis jalan menuju kemandirian finansial.

Usaha jahitan, social media marketer, dan layanan akuntansi adalah beberapa ide usaha yang bisa dijadikan bahan pertimbangan ketika seorang janda muda memutuskan untuk menjadi pengusaha.

Selain ketiga bidang di atas, bidang usaha apalagi yang menurut Anda bisa dijadikan pilihan usaha untuk para janda muda?