Pemasaran Online Pikat Konsumen Dengan 3 Jenis Konten

Sukses tidaknya pemasaran online banyak dipengaruhi oleh kualitas konten. Ada tiga jenis konten yang bisa digunakan untuk memikat konsumen agar datang ke situs kita.

Saat ini memiliki situs untuk memasarkan produk usaha sudah menjadi kebutuhan dasar. Baik itu berupa website ataupun akun di jejaring sosial.

Tapi memiliki situs saja tidaklah cukup, karena kita juga perlu mengisinya dengan beragam konten agar konsumen tertarik dan membeli produk yang kita tawarkan.

Bicara soal konten, maka konten untuk pemasaran online pada dasarnya bisa dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Setiap kategori memiliki tujuannya masing-masing dan kita bisa mengeksploitasinya untuk meningkatkan daya jual usaha di mata calon pembeli.

Berikut tiga jenis konten yang dimaksud:

Konten Persuasif

Konten persuasif merupakan konten yang intinya adalah “merayu” (to woo) konsumen.

Meskipun konten jenis ini bisa terlihat seperti materi iklan ataupun promosi, namun dengan pengemasan yang baik, konsumen tetap bisa tertarik untuk mencari tahu lebih jauh.

Bagi usaha kecil dan rumahan, memproduksi konten persuasif tidak harus berarti mahal agar terlihat menarik. Dengan sedikit kreatifitas, usaha kecil pun bisa menghasilkan konten persuasif yang efektif.

Untuk mengetahui cara membuatnya, Anda bisa membaca 58 Ways to Create Persuasive Content Your Audience Will Love.

Konten Edukatif

Konten edukatif merupakan konten untuk memberikan pemahaman kepada calon pembeli tentang produk yang kita tawarkan.

Berbeda dengan konten persuasif, konten edukatif bisanya lebih berupa penjabaran fakta dan ilmu di balik produk yang kita tawarkan.

Misalnya saja sebuah usaha yang memproduksi yogurt, dan di dalam situsnya, usaha ini memposting artikel tentang manfaat yogurt untuk bayi.

Apa yang disampaikan usaha tersebut merupakan konten edukatif yang berusaha memberikan pemahaman tentang hal-hal positif yang terdapat dalam yogurt untuk kesehatan anak.

Lebih jauh, penggunaan konten edukatif juga bisa mencakup hal-hal lain di luar produk. Seperti untuk menyampaikan nilai-nilai yang dijunjung dalam sebuah usaha. Contohnya adalah iklan yang dibuat oleh Dove tentang kecantikan berikut ini:

Konten Hiburan

Konten hiburan adalah konten yang dibuat untuk meyakinkan calon pembeli dengan menyampaikan pesan-pesan yang menghibur. Umumnya menggunakan humor dan tidak secara tegas menawarkan produk.

Salah satunya adalah serial video yang dibuat oleh BlendTec, Will it Blend?

Apa yang disampaikan oleh produsen BlendTec bukanlah promosi untuk membeli blender, tapi merupakan pertunjukan tentang kekuatan produk yang meyakinkan.

Semenjak adanya serial video ini, CEO BlendTec mengklaim bahwa penjualan blendernya naik hingga 700%.

Produksi dan Penerapan Konten

Dalam memproduksi dan menerapkan ketiga jenis konten di atas, kita memiliki kebebasan menentukan formatnya. Kita bisa memilih untuk memproduksi konten yang berdiri sendiri atau merupakan gabungan dari ketiga jenis konten sekaligus.

Misalnya kita membuat konten edukatif yang menghibur atau membuat konten menghibur yang persuasif.

Apapun bentuknya, ada dua hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memutuskan untuk membuat dan mempublikasikan konten kita, yaitu:

  • Apakah konten yang kita buat membantu konsumen untuk memenuhi kebutuhannya?
  • Apakah konten yang kita buat relevan dengan apa yang dibutuhkan/diinginkan konsumen?

Jangan sampai kita membuat konten yang super menarik, mendidik, dan menghibur, tapi pada akhirnya tidak ada hubungannya dengan apa yang diinginkan/dibutuhkan oleh konsumen.

Oleh sebab itu, kedua pertanyaan di atas penting untuk dijawab karena konten yang menarik sekalipun tidak berarti apa-apa jika pada akhirnya tidak mampu meningkatkan penjualan.

Rangkuman

Sukses tidaknya pemasaran online banyak dipengaruhi oleh kualitas konten.

Ada tiga jenis konten yang bisa digunakan untuk memikat konsumen agar datang ke situs kita, yaitu konten persuasif, edukatif/informatif, dan konten hiburan.

Konten persuasif adalah konten untuk merayu konsumen untuk membeli sehingga bentuknya banyak berisi promosi. Sedangkan konten edukatif adalah untuk memberikan pemahaman seputar produk yang dijual, dan konten hiburan, adalah konten yang memberikan kesan menghibur dan tidak secara langsung menawarkan produk.

Masing-masing konten memiliki kekuatan dan tujuannya masing-masing. Sebagai pemilik usaha, kita bisa mengeksploitasi ketiganya untuk meningkatkan daya jual kita di mata konsumen.

Namun dalam membuat dan menerapkannya, kita harus senantiasa ingat bahwa sebaik apapun konten yang dibuat bisa menjadi menjadi sia-sia jika konten tersebut tidak relevan dan tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan/dibutuhkan calon pembeli.