Mengapa Orang Enggan Pergi ke Dokter Gigi

Gigi merupakan salah satu organ manusia yang cukup vital. Meskipun ketiadaan gigi tidak membuat manusia mati, namun akan ada banyak aktivitas yang terganggu karenanya. Gigi memiliki peran yang sangat banyak, di antaranya untuk menggigit, merobek, dan mengunyah makanan supaya menjadi halus dan mudah untuk ditelan. Gigi yang putih juga akan menunjang penampilan.

Gigi yang tidak sehat atau bahkan rusak karena kurangnya perawatan, tidak akan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Seperti contohnya orang tua yang giginya telah banyak yang tanggal dan menjadi rapuh, mereka tidak banyak memiliki pilihan makanan. Mereka hanya bisa makan makanan yang lunak seperti bubur, kue basah, dan buah-buahan yang tidak keras. Fungsi gigi yang lain adalah untuk berbicara, tanpa gigi seseorang tidak akan dapat mengucapkan kata-kata dengan jelas.

Supaya gigi tetap sehat dan kuat, maka harus melakukan perawatan gigi sejak kecil. Itulah sebabnya mengapa orang tua harus mengajarkan anaknya merawat gigi sejak dini. Dan alangkah baiknya jika melakukan perawatan gigi di bawah pengawasan dokter gigi baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Tidak semua orang sadar akan pentingnya merawat gigi. Jangankan harus pergi ke dokter gigi, merawat gigi sehari-sehari di rumah dengan sikat gigipun kadang-kadang malas.

Dokter gigi bisa ditemui di puskesmas, rumah sakit, ataupun tempat praktek dokter gigi. Ada beberapa hal yang membuat orang enggan pergi ke dokter gigi. Diantaranya adalah malas mengantri jika periksa di puskesmas maupun rumah sakit, belum lagi pelayanan yang kadang asal-asalan dan kurang menyenangkan. Biasanya orang yang memiliki dana yang cukup, lebih memilih untuk mendatangi tempat praktek dokter gigi daripada periksa kerumah sakit atau puskesmas walaupun lebih murah. Di tempat praktek tersebut pasien dapat berkonsultasi sepuasnya.

Alasan lain yang membuat orang enggan pergi ke dokter gigi adalah tarif dokter gigi yang relatif tinggi. Orang yang berpenghasilan pas-pasan biasanya tidak terpikir sama sekali untuk pergi ke dokter gigi kecuali setelah sakit. Memang sebenarnya tarif dokter gigi yang mahal tersebut sesuai dengan mahalnya harga peralatan yang digunakan. Kini perawatan di dokter gigi tidak hanya pengobatan setelah gigi sakit, tapi perawatan rutin supaya gigi tidak sakit maupun rusak. Seperti anjuran dokter gigi untuk rutin membersihkan karang gigi setidak-tidaknya setahun sekali, namun jika bisa enam bulan sekali. Selain itu dokter gigi juga melayani perawatan untuk kecantikan seperti memutihkan gigi dan memasang kawat gigi, tentu saja tarif untuk fungsi ini sangat tinggi.

Jika sekiranya belum mampu pergi dokter gigi untuk merawat gigi, alangkah baiknya menjaga kesehatan gigi dengan rajin membersihkannya minimal menggosok gigi 2 kali sehari setiap akan tidur di malam hari dan setelah makan, tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat merusak gigi, tidak merokok, dan lain-lain. Diharapkan dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya kerusakan gigi.