3 Cara Mudah Kelola Keuangan Usaha

Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang baik. Namun sayangnya, banyak usaha kecil yang menerapkan pengelolaan keuangan seadanya.

Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka dapat menyulitkan sang pemilik usaha untuk menilai kesehatan dan perkembangan usahanya.

Pengelolaan keuangan yang baik bukan berarti harus terlihat canggih ataupun menjadi mahal.

Pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai dari tiga langkah sederhana, dan saya yakin, ini dapat dilakukan oleh seluruh pemilik usaha kecil ataupun rumahan.

Image: BisnisUKM.com

1. Pisahkan Antara Keuangan Bisnis dan Keuangan Pribadi

Ketika kita memutuskan untuk terjun dalam dunia wirausaha, maka langkah finansial pertama yang ditempuh adalah memisahkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi.

Jika kita menggabungkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi, maka hampir dapat dipastikan pemilik usaha akan menemui kesulitan ketika bisnisnya mulai berkembang. Hal ini dikarenakan oleh aliran dana (cash flow) yang tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan kepentingan pribadi.

Pemisahan akun bisnis dan akun pribadi bertujuan untuk mencegah kesimpang-siuran tersebut. Selain itu, pemisahan akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi finansial bisnis kita. Untuk implementasinya, pemilik usaha bisa memulai dengan membuka akun tabungan yang berbeda.

Tidak mengapa jika akun-akun tersebut masih atas nama pribadi. Yang penting keduanya terpisah. Satu untuk cashflow bisnis, dan yang satunya lagi untuk cashflow keuangan pribadi.

Jika membuka tabungan di bank belum memungkinkan, maka bisa juga dengan memisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi dalam amplop yang berbeda. Untuk urusan bisnis, maka seluruh aliran dana disimpan/diambil dari amplop bisnis, dan begitu pula untuk untuk urusan pribadi.


2. Catat Setiap Transaksi Keuangan

Hal penting yang acapkali terabaikan adalah pencatatan transaksi keuangan bisnis. Saya akui bahwa mencatat setiap transaksi keuangan bisa menjadi hal yang membosankan.

Namun ingat, kita tidak bisa mendapat gambaran yang jelas tentang kondisi finansial bisnis tanpa catatan-catatan tersebut. Selain itu, catatan keuangan juga bermanfaat untuk hal-hal lain seperti untuk keperluan pajak ataupun pengajuan dana ke bank.

Mencatat transaksi bisnis bisa dilakukan dengan hal yang sederhana saja.

Anda bisa membeli buku kas yang banyak tersedia di toko buku atau menggunakan aplikasi spreadsheet seperti Microsoft Excel. Tidak perlu terpaku dengan istilah-istilah akuntansi yang baku. Cukup gunakan kata “Pemasukkan”, “Pengeluaran”, dan “Saldo” untuk pencatatan cash flow.


3. Susun Anggaran (Budgeting)

Penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam setiap bisnis karena membantu pemilik usaha untuk mengalokasikan dana sesuai kebutuhannya.

Dengan budgeting, kita jadi punya panduan akan hal-hal mana sajakah yang perlu diprioritaskan keuangannya, termasuk batasan-batasan belanjanya.

Untuk pelaksanaannya, budgeting bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya budgeting untuk satu bulan ke depan, tiga bulan ke depan, ataupun satu tahun ke depan. Namun umumnya budgeting disusun untuk satu tahun ke depan.

Budgeting pada dasarnya adalah rencana belanja yang dialokasikan menurut pos-pos pengeluaran. Misalnya budget untuk belanja bahan baku, budget untuk promosi, budget untuk gaji karyawan, dan sebagainya.

Dengan demikian, ada baiknya jika kita memulai membuat daftar jenis-jenis pengeluaran bisnis. Ini bisa dilakukan secara manual ataupun menggunakan komputer.

* * *

Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang baik karena hal tersebut memungkinkan kita untuk mengetahui secara lebih jelas kondisi keuangan bisnis kita.

Pemisahan akun, pencatatan transaksi keuangan, dan penyusunan anggaran adalah tiga langkah awal yang bisa diterapkan oleh pemilik usaha kecil ataupun rumahan menuju pengelolaan keuangan bisnis yang lebih baik.