Antara nanobots dan microbots

Membuat robot dengan teknologi modern selalu memberikan terobosan-terobosan terbaru untuk digunakan bagi kepentingan hidup manusia. Teknologi juga telah erat dengan dunia medis, nanobots dan microbots contohnya. Meskipun terus mengalami perkembangan yang tiada henti, kedua alat ini telah memberi sinar terang bagi kemajuan ilmu kedokteran yaitu berguna untuk mencapai bagian dalam tubuh manusia tanpa harus melalui proses pembedahan.

Tetapi secara umum keduanya memiliki beberapa perbedaan, yaitu:

  1. Istilah. Nanobots adalah istilah untuk robot yang dihasilkan dari rekayasa nanoteknologi yang berukuran luar biasa kecil dengan satuan nanometer. Alat ini memiliki perangkat berukuran kurang dari 1 mikrometer yang digunakan untuk menangani komponen berukuran nanometer, dan terbuat dari kumpulan molekul. Sementara microbots adalah robot mini berukuran kurang dari 1 milimeter yang digunakan untuk menangani komponen berukuran mikrometer.
  2. Ukuran. Nanobots memiliki komponen yang berukuran kurang dari 1 mikrometer (atau 1-1000 nanometer). Sementara microbots berukuran kurang dari 1 milimeter. Jadi jika dibandingkan, nanobots berukuran 1000 kali lebih kecil dibanding microbots.
  3. Penggunaan secara kedokteran. Kedua robot ini memiliki fungsi yang penting dalam dunia medis. Berbeda dengan proses operasi manual yang memerlukan pembedahan , hanya dengan dikendalikan secara eksternal oleh dokter, robot ini mampu masuk kedalam jaringan tubuh manusia tanpa menimbulkan kerusakan. Terbukti bahwa nanobots mampu menghitung jumlah molekul tertentu yang terkandung di dalam sampel kimia. Hal ini dapat diterapkan pada pasien penderita kanker.

Nanobots yang telah masuk ke dalam tubuh pasien mampu mendeteksi sel tubuh mana yang mengalami kelainan dan dapat berkembang menjadi kanker, sekaligus ia mampu menghancurkan sel-sel kanker tadi. Karenanya sebagian orang yang berkecimpung dalam nanoteknologi bahkan berpendapat nanobots di masa mendatang akan mampu menggantikan obat sebagai terapi terhadap penyakit. Selain itu, robot ini dapat mendeteksi adanya konsentrasi bahan kimia beracun di suatu tempat.

Penggunaan nanobots adalah melalu injeksi atau penyuntikan dan alat ini akan langsung bekerja pada tingkat sel manusia. Hebatnya, robot ini berpotensi besar untuk menjaga kesehatan manusia, seperti menghantarkan obat langsung ke dalam sel yang sakit, memantau kadar gula darah pada penderita diabetes, dan ia mampu mendeteksi penyakit-penyakit yang menyerang organ dalam manusia sejak dini bahkan sebelum si penderita mengalami rasa sakit.

Teknologi modern microbots digunakan dalam medis melalui penyuntikan langsung ke dalam saluran arteri pasien. Robot ini sangat membantu dalam menyederhanakan proses operasi medis sekaligus menekan resiko buruk akibat pembedahan. Selama berada di dalam tubuh manusia, microbots akan mengirim gambar dan menunjukkan struktur organ yang sakit dalam ukuran mikrometer, kemudian dokter bedah akan memandunya melalui sebuah monitor dan remote untuk melakukan prosedur operasi.