3 Kesalahan Yang Membatasi Profit Trading Emas Anda

Apakah trading anda saat ini belum bisa konsisten? Anda mungkin bisa profit dalam 3 transaksi berturut turut namun pada transaksi ke empat anda loss. Dan yang lebih kejam kerugian yang anda alami pada transaksi ke empat ini menghanguskan keuntungan yang sudah anda peroleh pada 3 transaksi di awal tadi.Anda yang pernah trading pasti pernah mengalami kejadian seperti diatas bukan ?

Image: Bingkai Berita.com

Nah pada kesempatan kali ini saya akan mengulas kesalahan yang biasanya dilakukan oleh para trader, khususnya trader pemula. Tujuannya adalah dalam rangka mencapai tingkatan bisa konsisten profit, dalam artian meski loss satu dua kali tidak menghanguskan keuntungan yang sudah diperoleh sebelumnya.

Ada 3 hal mendasar yang membatasi potensi keuntungan besar yang sebenarnya bisa anda peroleh, yaitu :

1.Tidak Bijak Menempatkan Volume Transaksi ( Lot)

Menempatkan jumlah lot bisa menjadi elemen yang penting dalam aktivitas trading anda. Hal ini bisa menjadi pembeda yang jika diibaratkan antara menangkap ikan yang besar sekali tangkap atau ikan-ikan kecil dalam beberapa kali tangkapan.

Namun yang harus diperhatikan ketahui terlebih dahulu seberapa besar anda sanggup menerima resiko.Selain itu anda juga harus tahu kapan saatnya mencoba menangkap ikan besar atau kapan saatnya meminimalkan resiko anda.

2.Ketidakmampuan Beradaptasi Dengan Kondisi Pasar

Untuk memaksimalkan pergerakan yang ada di pasar, maka anda harus bisa mengetahui serta fleksibel dengan perubahan pergerakan harga yang ada di pasar. Anda tidak akan bisa berharap akan mendapatkan profit dalam jumlah besar saat volatilitas atau pergerakan harga sangat rendah dan harga bergerak dalam range yang sempit.

Anda harus tahu kondisi pasar dan harus sadar dengan keuntungan atau resiko yang ingin anda capai. Selalu rencanakan trading anda dengan melihat kondisi pasar. 

3.Rasa Takut

Yakinkah anda, masuk posisi Buy saat harga telah naik dan Sell saat harga sudah jatuh bisa membantu anda memanfaatkan momentum? Jawabannya mungkin ya, tetapi ada kekurangannya juga.

Pertama anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik karena anda masuk saat harga sudah ditengah tengah dari suatu trend dan yang kedua anda akan keluar dari posisi anda saat harga akan terkoreksi.

Contohnya anda masuk posisi Buy saat trendnya cukup kuat tetapi anda masuknya ditengah tengah bukan saatnya trend mulai terbentuk, yang biasanya ditandai dengan break support atau resistance. Anda semua pasti sudah tahu meski harga bergerak dalam trend ada saatnya akan mengalami koreksi. Nah, saat koreksi ini yang biasanya membuat anda menjadi ragu atau takut apakah harga akan berbalik sehingga anda buru buru menutup posisi anda.

Perasaan takut ini terjadi apabila anda masuk posisi bukan di awal trend tetapi ditengah tengah trend sehingga saat harga terkoreksi akan mendekati harga posisi yang anda ambil tadi.

Perasaan takut ini juga bisa disebabkan pengaruh dari point dua diatas yaitu anda yang tidak bisa beradaptasi atau membaca pasar.Ingatlah grafik atau data data ekonomi itu menjadi rujukan anda dalam trading janganlah trading by feeling, ibaratnya kita yang ingin bepergian ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi maka kita akan membutuhkan peta agar tahu arah tujuan kitadan tidak tersesat, nah dalam trading grafik dan data ekonomi itu menjadi peta dalam trading anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *