Home » 30 Menit Sehari Lebih Baik Dari 3,5 Jam Seminggu

Suatu hari, saat berkesempatan pulang kampung, saya menyempatkan diri mengunjungi nenek. Tempat nenek tinggal sebetulnya tidak terlalu jauh, hanya sepelemparan batu saja. Nenek tinggal bersama Bibi, namun sesekali sering ke tempat ibu. Nenek saya entah berapa umurnya. Ibu saya saja umurnya sudah hampir 60 tahun. Dengan kondisi ibu saya yang hampir 60 tahun, saya bisa simpulkan jika nenek berumur lebih dari 80. Jangan bayangkan nenek saya sudah lemah. Jika tidak dilarang oleh bibi dan ibu, barangkali nenek masih berjualan gulali sejauh seratusan km dengan naik truk.

Waktu itu, saya mengeluh ke nenek saya terkait permasalahan utama yang saya hadapi: mencuci. Ya, segala hal tentang mencuci telah menyita perhatian saya. Kukatakan pada nenek saya yang bijaksana itu, bahwa saya tidak cakap dalam manajemen mencuci (lebih tepatnya bukan hanya mencuci, saya juga kurang cakap dalam hal manajemen waktu). Saya mencuci 1 kali dalam seminggu, atau bahkan 1 kali dalam 2 minggu. Hasilnya, saya seringkali kehabisan stock kaos dalam, bahkan hingga kemeja yang bersih. Segala hal telah saya coba termasuk langganan laundry. Namun melihat hasilnya yang kurang bersih, saya mengurungkan niat saya.

Lalu, nenek saya memberikan sebuah solusi brilliant. Agar saya terhindar dari problematika mencuci yang selama ini melanda hidup saya, saya harus disiplin. Nenek menyarankan agar saya memberlakukan disiplin ketat dengan mencuci setiap hari beberapa saat sebelum mandi, beberapa potong baju saja yang habis dipakai. Alamak! Apa pula maksud nenek memberi saran kedisiplinan macam itu. Mencuci sekali seminggu saja sudah berat bagi saya, apalagi setiap hari… Tiba-tiba, hilanglah anggapan saya bahwa nenek adalah seorang yang bijaksana.. 🙂

Dengan berat hati, saya pun mencoba saran nenek, dan ternyata: berhasil. Setidaknya untuk beberapa saat. Ya, mencuci setiap hari memang berhasil menurunkan resiko kehabisan pakaian bersih. Namun demikian, ia menyebabkan masalah baru, dimana saya harus meningkatkan aktivitas yang menyiksa itu, dari 1 kali seminggu menjadi 7 kali dalam seminggu. Betapapun saya adalah orang yang dulunya pernah disiplin, percobaan mencuci setiap hari hanya seumur jagung.

***

Pada umumnya, kedisiplinan (dalam hal ini yang berkaitan dengan rutinitas) memang menjadi masalah utama bagi banyak orang, meskipun tidak semua orang. Dari anak kecil sampai orang dewas, dari anak sekolah, mahasiswa, karyawan, hingga pengusaha sekalipun sering berhadapan dengan masalah ini. Pelajar dan mahasiswa misalnya, pada umumnya tidak belajar sungguh secara disiplin. Mereka baru akan belajar dengan keras bahkan sampai lembur ketika musim ujian tiba. Sehingga, hasilnya tidak optimal. Meski mereka mencapai nilai yang tinggi, ilmu yang dipelajari tidak benar-benar melekat di kepala.

Pengalaman saya juga demikian, bahkan tidak hanya pada masalah belajar. Bahkan ketika skripsi, yang waktu itu saya kerjakan semester 7, tidak saya kerjakan dengan rutin. Dalam rentang waktu 4-5 bulan, waktu efektif untuk mengerjakan skripsi hanya 2 minggu, yaitu seminggu di awal dan seminggu sebelum deadline. Hasilnya bisa ditebak, sangat jauh dari optimal. Saya sampai melanggar larangan Kak Rhoma untuk tidak bergadang, bahkan sampai lembur hingga kurang tidur. Sungguh sangat tidak keren.

Bagi sesiapapun yang masih menjadi muda dan tidak ingin menyesal dalam hidupnya kelak kemudian hari, ingatlah petuah ini baik-baik.. Hehe. Jika kamu ingin berhasil dalam berbagai hal, entah itu belajar, bekerja, hingga mencuci, ingat dan amalkanlah hukum ini, “30 Menit Sehari Lebih Baik dari 3,5 Jam Seminggu”.

Mencuci 30 menit sehari, lebih baik daripada mencuci 3,5 jam seminggu. Karena, mencuci 3,5 jam yang hanya sekali dalam seminggu, misalnya di lakukan pada hari Minggu, akan membuatmu kehilangan banyak hal seperti waktu istirahat, bahkan sampai stock kemeja.

Belajar 30 menit sehari, lebih baik daripada belajar 3,5 jam seminggu. Karena, belajar bukanlah sekadar mencari nilai, lebih dari itu belajar adalah upaya menambah pemahaman akan sesuatu. Semakin sering kita belajar atau mengulang pelajaran, maka kita akan semakin paham.

Menghafal Al-Qur’an 30 menit sehari, lebih baik dari menghafal Al-Qur’an 3,5 jam sekali seminggu.

Bekerja 30 menit sehari, lebih baik dari bekerja 3,5 jam seminggu… (Buat yang jadi karyawan, jangan pernah mencoba yang ini karena sangat berbahaya.. hehe)

Demikian seterusnya, hukum “30 Menit Sehari Lebih Baik Dari 3,5 Jam Seminggu” ini bisa digunakan untuk banyak keperluan.


Comments

30 Menit Sehari Lebih Baik Dari 3,5 Jam Seminggu — No Comments

    Leave a Reply