Home » Selamat Datang Di Dunia Android!

 

Dominasi operating system (OS) Android dalam ranah smartphone, kian hari kian tak terbendung.

Baru-baru ini, The Nielsen Company merilis hasil survey bertajuk “Nielsen Mobile Insight” di Amerika serikat. Dari hasil survey tersebut, Nielsen melaporkan bahwa pada Maret 2011, ponsel cerdas berbasis Android meraih 37% pangsa pasar smartphone Amerika Serikat, dan 50% smartphone yang terjual pada periode tersebut adalah ponsel berbasis Android.

android

Survey serupa juga dilakukan oleh Business Insider yang menyatakan bahwa dari total pengguna ponsel, 92%-nya menggunakan ponsel cerdas (smartphone) dan hanya 8%-nya yang masih menggunakan “ponsel tidak cerdas alias bodoh” (dump-phone). Dari total pengguna smartphone tersebut, 51%-nya menggunakan ponsel berbasis OS besutan Google Inc tersebut. Bahkan, berdasarkan survey tersebut terungkap bahwa responden yang telah memiliki Android, berencana membeli smartphone Android lain yang lebih canggih.

Sedangkan dalam tataran global, menurut para analis di Canalys, pengguna ponsel berbasis OS Android di dunia diperkirakan meraih pangsa pasar sebesar 32,9% sekaligus merupakan pangsa pasar terbesar, diikuti OS Symbian Nokia (30,6%), Apple iOS (16%) dan RIM BlackBerry (14%).

Di Indonesia sendiri, pengguna ponsel ber-platform Android diperkirakan terus meningkat dan akan menyalip pengguna BlackBerry. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya permintaan ponsel Android, serta tingginya kunjungan pada website yang membuat ulasan mengenai ponsel Android di internet (lihat Tabloid Pulsa).

Mengapa Memilih Android?

Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa para konsumen ramai-ramai beralih ke Android? Sebagai seorang newbie yang baru beberapa hari merasakan sensasi gadget berbasis Robot Hijau, berikut beberapa alasan yang menurut saya menjadi kemungkinan penyebab konsumen menyukai, menggandrungi, bahkan menggilai Android.

Open source. Sistem operasi robot hijau ini adalah sebuah system operasi yang open source, sehingga banyak player (pemain) baik vendor (produsen) maupun developer (pengembang) yang bisa memasuki dunia Android. Hampir semua vendor (kecuali Nokia) mulai merambah Android seperti Motorola, Samsung, Sony Ericsson, LG, HTC, Nexian, hingga IMO. Bahkan, RIM BlackBerry pun berwacana untuk bisa mengembangkan aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) agar bisa dikembangkan di ponsel berbasis Android.

Canggih. Memasuki dunia si robot hijau, konsumen akan dibuat takjub oleh kecanggihan ponsel Android. Dari fitur-fitur standar yang dimiliki Android seperti Wi-fi, Bluetooth, hingga Radio (yang konon katanya, mayoritas produk RIM BlackBerry tidak memiliki fitur Radio); kecepatan akses internet yang mengagumkan; hingga sensasi layar sentuh yang dimiliki Android—FYI, hampir semua vendor yang mengembangkan Android, menyertakan tiga kecanggihan Android: fitur lengkap, akses internet cepat, dan sensasi layar sentuh (touch screen) ini. Bahkan, si empunya Android berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melakukan penyempurnaan sistem operasi ini.

Murah. Banyaknya pemain dalam dunia Android, dalam sudut pandang ekonomi, akan memicu persaingan sempurna sehingga akan menimbulkan efisiensi yang pada gilirannya nanti akan memicu keunggulan Android berikutnya, yaitu harga yang relatif murah. Dengan budget Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, Anda sudah dapat membawa pulang Android. Bahkan, salah satu vendor di Indonesia menjual ponsel Android seharga Rp 900.000,-. Selain itu, siapa saja bisa masuk ke bisnis Android, misalnya konsumen, bisa menjadi produsen dengan mengembangkan sendiri aplikasi Android.

Dikembangkan oleh perusahaan raksasa Google Inc.. Siapa tak kenal dengan Google? Barang siapa yang melek internet, niscaya dia mengenal rajanya mesin pencarian ini. Pengalaman malang melintang Google merajai internet hingga beberapa dekade, tentunya sangat mempengaruhi kesuksesan Android. Pengembangan versi Android terus menerus dilakukan, dari versi pertama 1.0 hingga sekarang telah mencapai versi 3.0, bahkan sudah mulai mengembangkan Android 4.0. Sebagai informasi, vendor Android saat ini bahkan mayoritas masih menggunakan Android versi 2.2 (Froyo) – 2.3. Dengan demikian, Andorid masih akan terus berkembang.

Android Market. Semula saya menganggap, wabah yang melanda kaum BlackBerry tidak akan terjadi hal yang sama pada pengguna Android. Ternyata saya salah besar! Pengguna Android, mau tidak mau (bahkan cenderung suka rela) akan memasuki Android Market: sebuah pasar virtual (virtual market) di mana pengguna Andorid, sepanjang memiliki akun Google (Gmail) bisa mengunduh (baik secara gratis maupun bayar) jutaan aplikasi Android. Celakanya, sebagian aplikasi Android bisa Anda download secara gratis, meskipun kadang hanya versi trial-nya. Orang waras akal mana pun, tentu akan sangat senang jika bepergian ke pasar lalu dengan bebas mengambil barang di pasar tersebut.

(Bukan) Kelemahan

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh konsumen, maupun calon konsumen Android. Karena secara default terus menerus terkoneksi dengan internet, maka gadget Android Anda akan mengalami dua (bukan) kelemahan berikut.
Pertama, baterai cepat habis. Permasalahan baterai cepat habis, sejatinya bukan melulu masalah Android, tetapi dialami setiap gadget yang pada umumnya terkoneksi dengan internet, bahkan iPhone dan BlackBerry sekalipun. Tips agar baterai tidak cepat habis, gunakanlah aplikasi seperlunya (saya sarankan Anda mencari sendiri tips-nya di berbagai forum Android).

Kedua, boros pulsa. Sekali lagi, karena terkoneksi terus menerus dengan internet, gadget Android Anda akan terus menerus “memakan” pulsa. Tips: gunakanlah paket unlimited yang sekarang banyak ditawarkan provider, carilah provider yang jangkauannya luas di seluruh tanah air, tetapi harganya sangat friendly dan tidak mencekik leher. Emang ada ya?? J

Peluang

Karakteristik Android sebagai sistem operasi yang open source, sehingga dapat dikembangkan oleh siapa saja, perlu disambut baik oleh bangsa Indonesia karena merupakan tantangan sekaligus peluang. Dalam hal ini, Android menjadi peluang bagi para developer (pengembang) IT asal Indonesia, yang dikenal tidak kalah prestasinya dengan negara lain. Barangkali, kita perlu belajar dari para pengembang asal India yang karya-nya dipakai secara luas. Konon, software-software yang beredar sekarang banyak yang “diimpor” dari India, meskipun mayoritas perusahaannya dimiliki oleh warga negara seperti Amerika dll.

Tahun lalu, kita pernah dikejutkan oleh seorang anak SD asal Bandung, yang menjadi juara dalam kompetisi internasional pembuatan aplikasi handphone yang diselenggarakan oleh sebuah vendor raksasa di dunia di Malaysia. Dengan kehadiran Android, diharapkan nantinya akan lahir jawara-jawara teknologi berikutnya yang berasal dari Indonesia. Selain itu, kehadiran Android ini, terutama dukungan infrastruktur Android Market, bisa menjadi peluang bisnis, bagi sesiapa pun.


Comments

Selamat Datang Di Dunia Android! — 4 Comments

  1. Bahkan Symbian akan ditinggalkan Nokia. Vendor ini sudah bekrja sma dg Microsoft utk konsist di Windows Phone 😀

    Mungkin tahun mendatang kita ga menemukan lg ponsel Symbian Nokia. Tapi muncul Nokia Maemo WPhone

  2. bagus untung. ada kata kata yg menurutku menggelikan.
    spt, penggunaan kata “angkuh” untuk mendeskripsikan nokia dg symbiannya.
    kalimat yg lucu yg sy suka, “memang ada ya?”

    btw, android memang keren apalagi kalo punya laptop n motor matic

Leave a Reply