Home » 4 Kendala Dalam Mengelola Keuangan Keluarga

Kendala Dalam Mengelola Keuangan Keluarga




Setelah empat bulan (sejak Agustus sampai Desember 2014) saya secara terus-menerus belajar mengelola keuangan secara mandiri, saya menghadapi beberapa hal yang menjadi kendala utama dalam mengelola keuangan keluarga.

Beberapa kendala dalam mengelola keuangan keluarga tersebut berasal dari dua sisi, yaitu dari sisi income atau pendapatan dan dari sisi pengeluaran. Beberapa kendala dalam mengelola keuangan tersebut saya rangkum sebagai berikut:

Konsistensi

Kendala utama bagi seorang seperti saya yang baru merencanakan keuangan secara mandiri adalah konsistensi dalam mencatat pengeluaran harian. Dua bulan pertama mungkin kita masih semangat mencatat pengeluaran harian. Tapi lama kelamaan, kita sering tidak disiplin mencatat pengeluaran harian.

Dalam hal ini, kita bisa mengatasinya dengan menggunakan media mencatat pengeluaran harian yang praktis dan bisa dibawa ke mana-mana, misalnya dengan aplikasi Toshl Finance di smartphone (Baca: Mengelola Keuangan dengan Toshl Finance)

Keterbatasan Income

Seandainya jumlah pendapatan seseorang tidak terbatas, seseorang tersebut tak perlu repot-repot mengelola uang. Dia bisa dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Keterbatasan income yang saya maksud di sini adalah bahwa kita seringkali tidak memiliki cukup uang untuk mencapai tujuan finansial, meskipun kita sudah menerapkan gaya hidup hemat.

Satu-satunya jalan keluar dari permasalahan ini (jika tidak ada lagi pengeluaran yang bisa dipangkas) adalah dengan meningkatkan pendapatan misalnya dengan mencari penghasilan tambahan, mencari pekerjaan baru dengan pendapatan yang lebih besar atau dengan wirausaha. Dalam hal ini, saya selalu ingat pesan optimis dari Robert Kiyosaki, yaitu ““It’s more important to grow your income than cut your expenses. It’s more important to grow your spirit than cut your dreams.” (Baca: Tetap Optimis Meski Harga BBM Naik)

Pengeluaran Mendadak atau Darurat

Seringkali, perencanaan keuangan kita meleset karena adanya pengeluaran mendadak atau darurat. Pengeluaran jenis ini antara lain adanya kondisi darurat seperti saudara atau anggota keluarga yang sakit, kehilangan alat komunikasi, atau kendaraan rusak sebelum waktunya serivs atau maintenance rutin.

Dalam kondisi normal, pos-pos pengeluaran tersebut seharusnya telah dicover dalam rencana keuangan yaitu dalam pos kesehatan, kebutuhan pribadi maupun pos perawatan kendaraan. Jika sudah seperti ini, mau tidak mau kita harus mengeluarkan uang untuk kondisi darurat tersebut. Solusi dari masalah ini adalah dengan membuat pos pengeluaran darurat terpisah dari pos pengeluaran yang lain.

Pengeluaran Overbudget

Seringkali, kita sudah menyiapkan uang serta menentukan waktu pembayaran, akan tetapi kita mendapati bahwa uang yang disiapkan ternyata tidak mencukupi. Pos pengeluaran yang seperti ini adalah pengeluaran yang overbudget. Beberapa contoh pos pengeluaran yang sering overbudget antara lain adalah renovasi rumah dan servis kendaraan bermotor.

Misalnya, kita telah menyediakan anggaran 5 juta rupiah untuk renovasi rumah, tapi ternyata kebutuhan material bangunan untuk renovasi tersebut lebih tinggi dari yang dianggarkan. Sedangkan untuk servis kendaraan bermotor, kita seringnya harus mengganti sparepart yang rusak atau aus, misalnya rantai, kampas rem, maupun aki.

Demikianlah beberapa kendala dalam mengelola keuangan yang saya hadapi. Mungkin Anda punya sharing lain?




Comments

4 Kendala Dalam Mengelola Keuangan Keluarga — No Comments

    Leave a Reply