Home » Evaluasi Diri

Waktu, konon kata Einstein, memang bersifat relatif. Bercengkerama dengan orang-orang yang kita cintai selama beberapa jam, kadang terasa beberapa menit saja. Sedangkan, menaruh jari telunjuk di atas lilin yang menyala selama beberapa detik, terasa begitu lama dan menyiksa.

Pun demikian dengan dengan waktu yang kita lewati setahun belakangan. Jika selama setahun kemarin waktu yang kita lalui dipenuhi momen-momen bahagia, maka waktu terasa begitu cepat. Namun jika setahun belakangan hidup kita dipenuhi tragedi-tragedi yang memilukan, waktu terasa melambat. Setiap detiknya adalah helaan nafas panjang penuh penyesalan.

Maka yang kita butuhkan saat ini adalah sedikit perenungan. Bahwa nikmat yang kita terima dalam hidup, jika kita hitung-hitung, jauh dari jumlah penderitaan atau ujian yang kita hadapai. Jikapun di antara kita ada yang merasakan bahwa hari-harinya dipenuhi penderitaan, maka boleh jadi ada yang salah dari diri kita, atau minimal cara pandang kita. Karena Tuhan telah berjanji pada umat manusia, “Barang siapa bersyukur, Aku akan menambah nikmatmu. Dan barang siapa kufur, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

Tahun 2011 tinggal beberapa hari lagi akan segera berakhir. Mari kita membilang nikmat Tuhan selama setahun kebelakang. Sambil mengevaluasi resolusi dan peta hidup kita, mana yang telah tercapai, mana yang belum, dan mana yang perlu kita ubah. Mari kita menghisab (evaluasi) diri kita, sebelum Allah menghisab kita di akhirat.


Comments

Evaluasi Diri — No Comments

    Leave a Reply