Home » Kiat Sukses Pengajuan KPR Bank Syariah

Pasca tulisan saya yang berjudul Membeli Rumah dengan KPR Bank Syariah, beberapa orang teman menanyakan bagaimana kiat sukses pengajuan KPR di bank syariah. Sejujurnya, tidak ada kiat atau trik khusus dalam mengajukan KPR karena perbankan telah memiliki kriteria  yang jelas mengenai konsumen yang layak diberikan pembiayaan KPR.

Nahla's Home: Pesona Darussalam B2-9

Nahla’s Home: Pesona Darussalam B2-9

Proses pengajuan KPR baik di bank syariah maupun konvensional bisa dikatakan sama. Perbedaan keduanya terletak pada bentuk akad dan dasar perhitungan kredit. Pada bank konvensional, akad yang digunakan adalah kredit sebagaimana biasa dengan dasar perhitungan kredit adalah suku bunga. Sedangkan pada bank syariah, akad yang digunakan adalah murabahah, yaitu bank syariah membeli rumah dari developer dan menjualnya kembali kepada konsumen dengan ditambah margin yang ditentukan oleh bank syariah.

Mungkin di antara kita ada yang masih ragu dengan bank syariah dengan menganggap bank syariah sama dengan bank konvensional karena  masih memakai perhitungan bunga . Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas mengenai hal ini panjang lebar. Yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa bank syariah memiliki perbedaan yang mendasar dengan bank konvensional—dalam hal ini kita batasi pada masalah KPR.

Perbedaan mendasar yang saya maksud adalah akad serta ada tidaknya unsur bunga dalam KPR syariah. Pertama, mengenai akad di bank syariah, perlu ditegaskan bahwa akad murabahah merupakan akad jual beli, sedangkan kredit konvensional adalah akad bunga/riba. Dalam islam, jual beli adalah halal, sedangkan riba adalah haram. Sebagaimana kita ketahui, akad memiliki kedudukan penting dalam islam, misalnya dengan akad nikah menjadi halal hubungan laki-laki dengan perempuan, sedangkan tanpa akad menjadi tidak halal (zina).

Kedua, ada tidaknya unsur bunga dalam akad murabahah di bank syariah. Dalam murabahah, selisih harga rumah yang dibeli oleh bank dari developer dengan harga yang dibeli konsumen dari bank (yang dikenal dengan margin) ditentukan oleh bank. Perkara bahwa bank syariah (mungkin) masih mempertimbangkan unsur bunga dalam menentukan margin, tidak lantas sama dengan bunga seperti dalam perhitungan kredit konvensional. Perlu dicatat bahwa menjadikan bunga sebagai salah satu dasar perhitungan (jika ternyata demikian) tidaklah sama dengan bunga itu sendiri.

8 Kiat Pengajuan KPR Bank Syariah

Dari pengalaman saya dan istri mengajukan KPR, berikut adalah kiat dari kami dalam mengajukan KPR di bank syariah:

Tentukan harga rumah yang akan Anda beli. Di wilayah Jabodatabek, sangat sulit untuk mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Untuk itu, buat batasan harga rumah yang akan Anda beli, misalnya kisaran 200 juta, 300 juta, atau 400 juta. Di Indonesia dengan komposisi penduduk kelas menengah yang terus tumbuh, KPR yang banyak ditawarkan oleh bank adalah rumah dengan kisaran harga 500 juta ke bawah.

Pilih rumah yang berkualitas. Pastikan rumah yang akan Anda ajukan pembiayaan KPR adalah rumah yang berkualitas, yaitu memiliki faktor-faktor yang membuat nilai jualnya tinggi. Pilih rumah dengan lokasi strategis (dekat dengan fasilitas umum seperti stasiun, terminal, pusat perbelanjaan atau pasar, pusat pendidikan, memiliki akses jalan yang mudah, dll). Sebisa mungkin hindari memilih rumah di wilayah yang berpotensi banjir. Gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai rumah yang Anda minati, dari sisi developer, komentar konsumen, dll.

Hitunglah kemampuan  Anda dalam membayar kredit. Dalam teori personal finance, cicilan yang dianjurkan adalah 30% dari penghasilan. Jadi, jika penghasilan Anda 6 juta, cicilan maksimal adalah 2 juta rupiah. Pertimbangkan juga apakah keluarga Anda double atau single income.

Tentukan masa atau waktu pembiayaan KPR. Waktu pembiayaan KPR biasanya dari 5 hingga 25 tahun (biasanya kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25). Usahakan agar masa pembiayaan Anda tidak terlalu panjang. Semakin muda usia Anda saat mengajukan KPR akan semakin bagus, karena 10-20 tahun kedepan komponen pengeluaran Anda akan semakin meningkat, misalnya biaya pendidikan anak.

Siapkan dana yang cukup untuk biaya awal. Membeli rumah dengan KPR tetap membutuhkan dana yang tidak sedikit. Biaya tersebut meliputi booking fee (kisaran 2,5 juta-5 juta), DP (berdasarkan ketentuan BI sebesar 30% dari harga rumah), biaya KPR, serta biaya notaris.

Siapkan berkas-berkas administrasi. Pengajuan KPR memerlukan berkas administrasi yang cukup banyak, misalnya KTP, KK, rekening koran & slip gaji (3 bulan terakhir), buku nikah, surat keterangan kerja, surat pengangkatan sebagai karyawan tetap, NPWP, dll. Kepedulian Anda untuk selalu mengupdate data-data tersebut akan banyak membantu, misalnya secara rutin meminta print rekening koran ke bank.

Jangan ragu untuk berkata tidak! Developer perumahan biasanya menjalin kerjasama dengan beberapa bank dan aplikasi KPR Anda biasanya diajukan paralel ke beberapa bank. Jika salah satu bank menyetujui KPR Anda, saran saya jangan langsung diambil. Bandingkan dengan bank lain dengan cermat, dan pilih yang paling menguntungkan Anda dari sisi plafon dan cicilan.

Niatkan untuk melunasi lebih awal. Betapapun KPR mempermudah Anda memiliki rumah, KPR tetaplah suatu bentuk hutang. Jangan biarkan sisa umur Anda tergadai untuk membayar/melunasi hutang. Jika Anda diberi keluasan rizki, misalnya penghasilan naik, jangan lupa untuk menabung untuk pengajuan revisi atau reschedule pembiayaan (besaran cicilan dan waktu pembiayaan) KPR Anda, biasanya setelah cicilan berjalan satu tahun. Mengenai reschedule pembiayaan, sahabat saya punya informasi yang bermanfaat di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.


Comments

Kiat Sukses Pengajuan KPR Bank Syariah — 8 Comments

    • Itu soal selera, mas wawan :). Dalam pandangan syariah, hutang lebih baik dilunasi jika sudah ada kemampuan. Rasulullah saw, konon menunda mensholatkan mayit seseorang yang masih memiliki hutang sampai ada yang melunasi. Wallahu a’lam.

  1. mungkin next bisa dijelaskan secara gamblang di artikel delanjutnya pak, saya dapat info hampir semua bank menggunakan sistem piramida terbalik. Artinya hutang pokok yg kita cicil di awal hanya memiliki porsi sedikit dibanding margin atau bunga bank. Mohon koreksi.

    • Bahasan ini terkait struktur cicilan KPR, nanti coba saya cek ke bank atau beberapa teman yang bekerja di bank. Kalo di daftar angsuran yang harus dibayar yang diberikan oleh bank kpd konsumen tidak dijelaskan eksplisit, hanya disinggung mengenai klausul reschedule yg boleh dilakukan stlh setahun cicilan.

  2. Klo misalnya karena sesuatu hal angsuran terlambat bayar biasanya pihak bank syariah tersebut mengeluarkan sanksi denda tidak ya?

    • Pastinya ada pak ridwan. Kalo 3 bulan (kalo ga salah) tidak mampu membayar angsuran akan dianggap sbg kredit macet, selanjutnya bank akan mendiskusikan apakah akan dilelang. Ada juga pilihan apakah angsuran akan direvisi agar lebih ringan. Infonya ada di link paling kiat nomor 8 pak.

  3. Reblogged this on Write! and commented:
    Tips dari Bang Untung Kasirin mengenai kiat sukses mengajukan pembiayaan KPR bank syariah. Mau beli rumah dimana kita?

Leave a Reply