Home ยป Membangun Keluarga Melek Finansial

Melek finansial, terjemahan dari financial literacy, diartikan sebagai kemampuan seseorang memahami keuangan serta kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam mengambil keputusan yang bersifat keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Di negara-negara seperti Australia, Jepang, Kanada, Amerika Serikta dan Inggris, melek finansial ini sudah menjadi program pemerintah, dengan asumsi bahwa jika individu di masyarakat telah melek finansial akan berdampak baik buat bangsa dan negara.




Baca Juga: Membangun Keterbukaan dalam Mengelola Uang

Sedangkan di Indonesia, melek finansial seperti nyaris tak terdengar. Pengetahuan keuangan seolah jadi hak esklusif seorang yang berprofesi di bidang keuangan. Sejak kecil, kita tidak dibekali dengan pemahaman finansial yang cukup tentang bagaimana mengelola uang, menghasilkan uang, membelanjakan uang, investasi, menabung, asuransi, dll.

membangun keluarga melek finansial

Mungkin ini yang menyebabkan, mengapa sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk saya sendiri, terlambat untuk mandiri. Misalnya, banyak dari kita yang pada saat kuliah masih dibiayai oleh orang tua. Sedangkan di negara lain seperti di film-film Hollywood yang sering saya lihat, lulus dari SMA, mereka pindah ke kota besar, menyewa flat, kuliah sambil bekerja paruh-waktu, biasanya di kafe-kafe.

Padahal, masalah keuangan adalah masalah yang dihadapi setiap orang seumur hidup, dari lahir hingga meninggal, bahkan berabad silam sejak pertama kali manusia mengenal uang. Sebagai contoh, seorang bayi yang lahir, orang tuanya membuat keputusan finansial, apakah akan lahir di dukun beranak, bidan, atau rumah sakit. Saat tumbuh dewasa, orang tuanya membuat keputusan finansial, apakah akan sekolah di negeri atau swasta. Bahkan pada saat tua dan meninggal, seseorang bahkan ada yang sudah membuat keputusan finansial sejak jauh hari, misalnya apakah akan dimakamkan di kuburan kampung, atau di San Diego Hills!

Meski masa kecil kita tidak dibekali dengan pengetahuan finansial yang cukup, jangan risau dan berkecil hati. Saat ini, banyak sekali sumber pengetahuan yang bisa kita akses dengan mudah. Selain itu, tidak ada kata terlambat untuk meng-upgrade pengetahuan kita tentang finansial.

Salah satu momen paling krusial dan tepat untuk meng-upgrade pengetahuan finansial adalah saat kita akan menikah atau saat berkeluarga. Mengapa demikian? Karena dengan menikah, sebuah keluarga dituntut untuk cerdas secara finansial, mengingat banyak sekali keputusan finansial yang harus dibuat, dari biaya pernikahan, membeli atau menyewa rumah/tempat tinggal, biaya persalinan anak, pendidikan anak, kesehatan, investasi, dll.

Dengan kata lain, rumah tangga adalah medan tempur yang riil untuk mengaplikasikan pengetahuan finansial untuk membangun keluarga melek finansial. Keluarga melek finansial tak berarti harus kaya raya, tetapi bisa mengelola keuangan dengan baik. Setelah itu, jangan lupa untuk mendidik anak-anak kita agar melek finansial sejak usia dini.

Untuk membangun keluarga melek finansial, banyak jalan yang bisa ditempuh misalnya dengan membaca buku bertopik finasial (bisnsis, akuntansi, wirausaha, manajemen keuangan keluarga dll), mengikuti seminar entah itu seminar wirausaha maupun keuangan, atau dengan banyak berinteraksi dengan orang yang berprofesi di bidang keuangan seperti akuntan, bankir, agen asuransi, dll.




Comments

Membangun Keluarga Melek Finansial — 1 Comment

    Leave a Reply