Home » Membangun Keterbukaan Dalam Mengelola Uang

Suatu siang pada jam istirahat kantor, seorang suami mengirim pesan via WhatsApp kepada istrinya,




“Sayang, jangan lupa mam siang ya. Oya, jangan lupa makan buah atau minum jus.”

Sejurus kemudian Sang Istri membalas.

“Udah, Mas. Aku tadi mam nasi padang sama rendang, Rp 15.000. Tadi pagi aku beli susu kotak Rp 5.500.”

Sang suami kemudian membuka sebuah aplikasi di smartphonenya, lalu mencatat semua informasi pengeluaran istrinya tersebut ke dalam aplikasi tersebut. Setelah selesai mencatat, ia membalas pesan istrinya,

“Kalau aku mam di warteg pake pepes ikan asin sama pisang ambon satu. Murah cuma Rp 10.000.”


Jika dilihat sekilas, percakapan di atas hanyalah sebuah percakapan biasa yang terjadi sehari-hari dalam kehidupan suami dan istri. Akan tetapi, percakapan tersebut bisa jadi bukan hanya ungkapan perhatian suami-istri, melainkan sebuah komunikasi suami-istri dalam membangun keterbukaan dalam mengelola uang.

membangun keterbukaan dalam mengelola uang

Salah satu kunci sukses dalam mengelola keuangan keluarga–yang juga berdampak pada keharmonisan keluarga–adalah komunikasi yang terbuka antara suami dan istri. Dalam mengelola keuangan keluarga, kita harus melibatkan pasangan (suami/istri) kita secara aktif.

Sebagai contoh, saya dan istri berbagi peran dalam mengelola uang. Istri saya berperan sebagai treasurer atau bendahara, yaitu menyimpan dan mengelurakan uang. Sedangkan, saya berperan sebagai seorang controller yang berperan seperti seorang CFO (Chief Financial Officer) yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara detil. Pembagian tugas tersebut bisa disesuaikan sesuai kesepakatan.

Sebagai seorang bendahara, istri saya bertugas mengatur, menyimpan dan menyediakan uang untuk pos-pos pengeluaran yang telah ditentukan bersama, misalnya, uang harian untuk makan dan transportasi (karena saya dan istri sama-sama bekerja), uang listrik, uang belanja kebutuhan anak, dll. Untuk mempermudah pencatatan dan pengecekkan, semua pendapatan dan pengeluaran keluarga dikelola dalam satu rekening bank.

Sedangkan, sebagai seorang controller, saya bertugas mencatat semua pemasukan dan pengeluaran misalnya untuk ongkos angkot, commuter line, makan siang, membayar listrik, membeli pulsa handphone dll.

Untuk mempermudah pekerjaan mencatat tersebut, sudah beberapa bulan ini saya menggunakan aplikasi Toshl Finance. Dengan Toshl Finance, pekerjaan mencatat keuangan bisa saya lakukan kapanpun dan dimanapun dengan mudah dan menyenangkan.

Berdasarkan sharing teman yang menggunakan Toshl, tantangan dari pekerjaan mencatat pengeluaran adalah konsistensi. Pengalaman kami, pencatatan pengeluaran sebaiknya dilakukan segera setelah uang keluar dan direview pada malam hari untuk menghindari adanya pengeluaran yang tidak tercatat.

Pada akhir bulan, saya akan membuat laporan bulanan keuangan keluarga dengan Microsoft Excel, sama seperti akuntan yang membuat laporan keuangan pada akhir bulan. Untuk laporan bulanan ini, saya membuat template sederhana yang kebetulan telah didownload lebih dari 3000 orang.

Dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara rinci, saya dan istri bisa melakukan reconcile keuangan keluarga setiap waktu, yaitu mengecek apakah saldo di catatan sama dengan saldo di rekening. Jika ada yang belum masuk catatan, kita berdua bisa saling mengingatkan pengeluaran apa yang belum tercatat.




Comments

Membangun Keterbukaan Dalam Mengelola Uang — No Comments

    Leave a Reply