Home ยป Mencermati Kenaikan Tarif Listrik

Mulai Januari 2015 mendatang, pemerintah berencana mencabut subsidi (lagi) untuk tarif listrik. Pencabutan subsidi ini menambah daftar pencabutan subsidi yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi (setelah BBM, listrik dan kereta api menyusul kemudian), dan menambah daftar panjang kenaikan harga.(Baca: Tetap Optimis Meski Harga BBM Naik)

Sejak April 2014 silam, saya sekeluarga berpindah langganan listrik dari listrik pascabayar 900 VA ke listrik prabayar 1300 VA bersamaan kepindahan kami dari Depok ke Bojong Gede.

Saya biasa membeli voucher listik melalui internet banking suatu bank syariah warna hijau, dengan inisial BSM (hehe pada tahu semua deh). Kami biasa membeli pulsa listrik Rp100.000 dengan rincian biaya transaksi sebesar Rp1.600, PPJ (Pajak Penerangan Jalan) sebesar 3% atau sebesar Rp2.867, dan token listrik senilai Rp95.533.
bukti pembelian listrik
Bagi pelanggan listrik pascabayar, tentu akan langsung ngeh jika ada tarif kenaikan listrik yaitu dengan naiknya jumlah tagihan. Tapi bagi pelanggan prabayar, kita harus jeli mencermati kenaikan tarif listrik, yaitu dengan menghitung Rp/KWH dan membandingkannya dari bulan ke bulan.

Caranya adalah dengan membagi jumlah token listrik (harga pembelian dikurangi biaya admin bank dan Pajak Penerangan Jalan) dibagi dengan jumlah KWH.

Sebagai contoh, pada bulan Juli, pembelian pulsa listrik sebesar Rp100.000 dengan biaya admin sebesar Rp1.600 dan PPJ sebesar Rp2.867 mendapat 97.6 KWH. Dengan demikian, tarif listrik adalah sebesar Rp979/KWH, yaitu (100.000-1.600-2.867)/97.6.
grafik kenaikan tarif listrik 2014
Berdasarkan catatan saya, selama April sampai November 2014, PLN ternyata telah menaikan tarif listrik sebanyak dua kali, yaitu pada bulan September dan November. Kenaikan tarif listrik tersebut tergolong cukup besar, yaitu sebesar 24% dan 38% dari harga pada bulan Juni.

Pada Juli 2014, tarif listrik per kwh masih di bawah Rp1.000 yaitu sebesar Rp979/KWH. Sedangkan pada bulan September dan November, tarif listrik naik masing-masing menjadi Rp1.213/KWH dan Rp1.350/KWH.

Dengan kenaikan tarif listrik yang terjadi di tahun 2014 tersebut, kenaikan bulan Januari mendatang membuat tarif listrik semakin mahal. Di sisi lain, dengan kenaikan harga-harga yang kita alami sekarang ini, saya menjadi semakin yakin betapa pentingnya melek finansial dan merencanakan keuangan dengan baik (Baca: Membangun Keluarga Melek Finansial)

Harapan saya, semoga kenarikan tarif listrik ini diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan listrik, antara lain dengan berkurangnya frekuensi pemadaman listrik bergilir alias byar pet.


Comments

Mencermati Kenaikan Tarif Listrik — No Comments

    Leave a Reply