Home » Menyusun Target Finansial

Menjelang tahun baru, kita biasanya menyusun daftar target-target yang ingin dicapai setahun kedepan yang dikenal dengan istilah resolusi. Biasanya, resolusi berisi sesuatu yang ingin kita dapat atau kita miliki, misalnya membeli mobil, rumah, menyelesaikan atau melanjutkan pendidikan, menikah, menguasai bahasa asing, menguasai keterampilan tertentu, dll.

Dari daftar resolusi yang saya sebutkan di atas, ada satu kesamaan yang mencolok, yaitu untuk mencapai resolusi tersebut dibutuhkan sumber daya yang bersifat finansial. Sayangnya, saat menyusun resolusi kita tidak menyertakan aspek finansial berupa uang yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Padahal, dengan mengetahui aspek finansial, yaitu berapa harga yang harus kita bayar dan berapa potensi penghasilan yang bisa kita kumpulkan, resolusi tersebut bisa dengan mudah kita capai.

Sebagai contoh, dulu saat masih kuliah, saya pernah membuat resolusi ingin beli laptop pada tahun terakhir kuliah. Agar lebih visual, saya tempel brosur laptop merk terkenal di dinding kamar kosan. Pada saat itu harga laptop ada di kisaran 5-10 juta. Saya memang tahu harga laptop, namun saya tidak mengukur penghasilan yang bisa saya dapat saat masih kuliah. Hasilnya bisa ditebak, sampai kuliah selesai saya tak kunjung beli laptop.

Think SMART!

Untuk menyusun target finansial, kita bisa menggunakan metode SMART. SMART adalah metode yang digunakan secara luas dalam ilmu manajemen yang pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran. Metode SMART tersebut adalah sbb:

S –Specific – Apa JELASNYA tujuan yang ingin dicapai? Tujuan finansial harus didefinisikan dengan jelas dan rinci: misalnya membeli gadget X seharga sekian rupiah.

M – Measurable – Berapa UANG yang dibutuhkan? Untuk mencapai suatu tujuan, kita harus tahu berapa banyak uang yang diperlukan, misalnya tujuan ingin naik haji kita harus tahu berapa biaya haji. Sebagai contoh, berdasarkan Peraturan Presiden No. 49 Tahun 2014 biaya haji untuk embarkasi Jakarta sebesar $ 3,211.9 (lebih kurang Rp 40 juta).

A – Adaptable – Apakah tujuan ini bisa BERADAPTASI dengan kondisi keuangan Anda? Pastikan target finansial Anda tidak mengganggu kondisi keuangan Anda kedepan.

R – Realistic – Apakah tujuan tersebut REALISTIS? Target finansial yang dibuat harus realistis. Contoh tujuan yang tidak realistis bagi saya saat ini misalnya liburan ke Disney Land bulan depan, atau naik haji tahun depan.

T – Timely – KAPAN tujuan tersebut bisa dicapai? Waktu untuk mencapai tujuan tersebut harus dapat diukur, misalnya bulan depan, tahun depan, atau 5 tahun kedepan.

Tiga Jenis Target Finansial

Berdasarkan waktu untuk mencapainya, target finansial bisa dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu sbb:

Target Jangka Pendek, yaitu target yang akan dicapai dalam kurun waktu setahun ke depan, misalnya ganti gadget baru, liburan akhir tahun, bayar utang jatuh tempo, dll.

Target Jangka Menengah, yaitu target yang akan dicapai dalam waktu 1-5 tahun, misalnya membeli kendaraan, merenovasi rumah, dll.

Target Jangka Panjang, yaitu target yang akan dicapai dalam waktu yang lama, lebih dari 5 tahun. Contoh target finansial ini misalnya menunaikan ibadah haji, membeli rumah atau ruko, liburan ke Eropa dll.

Selamat menyusun target finansial. 🙂


Comments

Menyusun Target Finansial — 2 Comments

  1. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
    Beberapa dr target saya tahun 2014 ini tercapai khususnya yg berkaitan dg Finansial (baca: ada duitnya). Spt tips di atas, targetnya realistis.

    Justru yg tdk tercapai adalah dr sisi yg tdk dihitung dg finansial spt hafalan Qur’an, target khatam, hafalan kosakata bahasa asing, dsb.

    Mungkin Mas Untung ada tips lain utk resolui2 tsb?

    • Untuk target2 seperti itu memang perlu usaha lebih ekstra lagi id, karena biasanya bersifat sukarela atau seikhkasnya, dalam arti gak ada punishment dr pihak lain. Berbeda demgan target finansial, misalnya cicilan rumah. Saya pun masih belum optimal.

Leave a Reply