Home ยป PLIS, JANGAN GOLPUT

Memikirkan penduduk Indonesia yang jumlahnya 250jt itu sangat kompleks, ribet, ruwet, dan kusut. Tak sanggup dan tak pantas, saya yang cuma karyawan swasta bagian akuntansi ini menjabarkannya untuk Anda. ๐Ÿ˜‰

Untuk itu, mari saya sederhanakan. Anggap saja Indonesia sebuah kampung dengan penduduk berjumlah 100 orang. Dan saat ini, mereka sedang mengadakan pemilihan kepala kampung.

Dari 100 orang itu, 40 orang adalah suku jawa, 16 orang suku sunda, 4 orang melayu, 3 orang batak, 3 orang melayu, 3 orang betawi, dan sisanya adalah suku-suku kecil.

Dari situ bisa ketahuan, mengapa kepala kampung Indonesia selalu orang jawa (kecuali bj. habibie), karena pemilih mereka berasal dari jawa. Luar jawa memang punya potensi, tapi saya katakan akan sulit mengalahkan calon dari luar jawa.

Dari sisi agama yang dianut, warga kampung Indonesia terdiri dari 87 orang beragama Islam, kristen 7 orang, katolik 3 orang, hindu 2 orang, dan sisanya budha, konghucu, dll.

Saya tidak sedang bermaksud SARA, tapi kepala kampung Indonesia menurut saya, sepantasnyalah beragama Islam. Bukan karena orang islam pasti orang baik (kenyataannya, banyak tahanan kpk ber-ktp islam), tapi lebih kepada sebagai perwakilan dari 87 orang yang dia pimpin.

Pun karena dalam ajaran Islam, toleransi sangat dijunjung tinggi: lakum diinukum waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku). Bukan karena Islam haus kekuasaan, tapi karena Islam mengemban misi yang sangat mulia dengan kekuasaan, yaitu rahmatan lil ‘aalamiin (rahmat bagi alam semesta).

Lantas, apa hubungannya dengan ajakan jangan golput?

Mari saya buat penyederhanaan lagi. Anggap dari 100 orang warga kampung Indonesia, 50 adalah orang baik, dan 50 sisanya adalah orang tidak baik. Toh kemungkinannya cuma 2 itu, karena peluang matematis keduanya sebanding.

Dari 50 orang yang baik, ada satu dua tiga rang yang baik itu mengajak golput. Semula yang golput sedikit. Pada pemilihan kepala kampung pertama yang golput kurang dari 10 orang, pemilihan kampung kedua 20 orang, pemilihan ketiga 30 orang. Dan ini adalah pemilihan yang keempat.

Alasan mereka golput macam-macam. Karena calonnya menurut mereka tak ada yang baik lah, pemilihan haram dan najis lah, de-el-el.

Anggap saja ajakan mereka untuk golput berhasil. Dari 50 orang yang baik tadi, kini tinggal 10 orang yang ikut pemilihan sebagai kepala kampung.

Sedangkan dari 50 orang yang jahat atau punya niat jahat, tak ada dari mereka yang mengajak golput. Karena sifat alami dari orang jahat, adalah ingin berkuasa agar mereka bisa berbuat jahat semau mereka.

Apa jadinya kampung Indonesia, jika yang baik tak mau memilih, bahkan untuk sekadar memilih orang yang baik, maka makin leluasa dan berkuasa lah orang jahat.

Maka dari itu, plis jangan golput.

Karena jika kamu memilih akan ada 2 kemungkinan. Memilih orang baik, kamu akan dapat kebaikan. Jika pilihanmu salah, karena orang yang kamu pilih tiba-tiba masuk bui karena korupsi, kamu berhak menuntut orang tersebut. Sedangkan jika kamu yang baik golput dan mengajak yang lain golput, kemungkinannya cuma satu, orang jahatlah yang terpilih dan berkuasa.

Plis jangan golput

Karena yang akan terjadi, korupsi, kejahatan, kesewenang-wenangan, akan merajalela di mana-mana. Jika sudah begini, apa yang bisa dilakukan oleh orang baik yang golput seperti kamu?

Plis jangan golput,

Karena meski kamu cuma punya satu hak suara dan seolah tak berarti apa-apa, suara kamu menentukan masa depan dan kebaikan kampung Indonesia kedepan. Karena orang yang punya niat jahat, akan dengan senang hati memilih agar bisa berkuasa. Bahkan mereka akan dengan senang hati membeli suara, atau mencurangi suara hasil pemilihan.

Plis jangan golput, apalagi mengajak yang lain golput

Karena tahukah kalian wahai golongan orang yang golput, bahwa kamu bisa bersuara dengan bebas mengajak orang lain golput, karena hidup di jaman yang demokratis.

Plis jangan golput,

Kalau pun terpaksa golput, doakanlah agar kampung Indonesia dipimpin oleh orang yang baik, meski kenyataannya akan susah karena orang baik seperti kalian sudah ancang-ancang golput duluan.

Catatan:
Meskipun data yang saya sajikan di atas tampak sederhana, “Indonesia dengan 100 orang”, komposisi suku, agama, dan jumlah golput mendekati kondisi yang sebenarnya karena persentase tersebut mendekati sebenarnya yang saya ambil dari situs CIA, media nasional, dll.

Depok, 7 Maret 2014


Comments

PLIS, JANGAN GOLPUT — 1 Comment

Leave a Reply