Home ยป Reschedule Pembiayaan KPR Syariah

Sebelum melakukan reschedule pembiayaan KPR syariah, entah itu melunasi KPR sebelum masa pembiayaan maupun mengubah cicilan (cicilan jadi lebih kecil atau waktu lebih singkat) sangat disarankan untuk memahami struktur cicilan KPR syariah.

Perlu dicatat bahwa informasi mengenai struktur cicilan KPR syariah merupakan hak konsumen, jadi sangat disarankan menanyakan hal tersebut ke marketing bank. Sayangnya, tidak semua bank syariah menjelaskan informasi ini kepada nasabah. Asal plafon dan cicilan terjangkau, pada umumnya nasabah sudah merasa senang karena KPRnya disetujui oleh bank.

Tipe Cicilan KPR

Dilihat dari besar cicilan, ada 2 tipe cicilan KPR di bank syariah. Pertama, cicilan yang besarnya tetap selama masa pembiayaan atau sering disebut dengan cicilan flat. Contoh, nasabah A mengambil KPR dengan cicilan 1jt per bulan selama 10 tahun.

image

Kedua, cicilan yang besarnya berubah dari waktu ke waktu selama periode pembiayaan, salah satu bank menyebutnya dengan istilah step up. Sebagai contoh, nasabah B mengambil KPR dengan cicilan 2 tahun pertama 1jt, tahun ke-3 sampai ke-5 1,2jt, pada tahun ke-5 sampai ke-10 sebesar 1,5jt.

Ditinjau dari sisi rasio/perbandingan pokok pinjaman dengan margin, ada 2 tipe cicilan yang diterapkan bank syariah. Pertama, rasio anuitas atau ada yang menyebut dengan istilah piramida terbalik.

image

Pada cicilan dengan rasio anuitas, pada periode awal cicilan margin lebih besar sedangkan pokok pinjaman lebih kecil, dan pada periode seterusnya margin semakin kecil dan pokok semakin besar. Sebagai contoh, cicilan KPR flat 1jt per bulan, pada tahun pertama terdiri dari 100rb pokok dan 900rb margin (10% : 90%). Pada tahun ke-10 komposisinya menjadi terbalik yaitu 900rb pokok dan 100rb margin (90%:10%).

image

Kedua, cicilan dengan rasio margin dibanding pokok tetap. Misalnya, dari cicilan 1jt terdiri dari pokok 500rb dan margin 500rb dari tahun ke-1 sampai ke-10.

Dari informasi yang saya dapat, mayoritas bank syariah memakai rasio anuitas, hanya sedikit yang memakai rasio tetap. Ini dikarenakan bank bukanlah dewa penyelamat, melainkan sebuah lembaga bisnis. Dengan begitu, bank tidak akan kehilangan resiko ketika nasabah melunasi lebih cepat dari masa pinjaman karena mereka sudah mengambil margin di awal cicilan.

O ya, ada satu lagi. Jika Anda bermaksud melunasi lebih awal, bertanyalah pada bank tempat Anda mengambil KPR tentang sisa margin. Karena meski pokoknya sudah dilunasi, konon bank tetap berhak meminta margin yang belum dibayar sampai akhir masa pinjaman. Tapi, ada juga bank yang tidak mengambil margin tersebut.

Kesimpulannya, tidak semua reschedule pembiayaan KPR syariah menguntungkan dari sisi nasabah. Untuk cicilan dengan rasio margin terhadap pokok tetap, pelunasan di awal waktu cukup menguntungkan dengan catatan bank tidak meminta pembayaran margin tersisa. Sedangkan untuk cicilan dengan rasio anuitas, pelunasan sebaiknya dilakukan di tengah periode, jangan sampai mendekati akhir masa KPR.


Comments

Reschedule Pembiayaan KPR Syariah — No Comments

    Leave a Reply