Home ยป Tetap Optimis Meski Harga BBM Naik

Pada Senin (17/11/14) malam, Bapak Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM untuk jenis premium dan solar. Harga premium naik sebesar 31% dari 6500/L menjadi 8500/L, sedangkan harga solar naik sebesar 36% dari 5500/L menjadi 7500/L.

Karena kenaikan masing-masing sebesar 2000 inilah, ada sebagian netizen yang memelesetkan slogan pada masa kampanye Jokowi, yaitu Salam Dua Jari menjadi Salam Dua Ribu dan menjadi trending topic di Twitter.

Kenaikan harga BBM sangat berdampak pada harga barang-barang lain. Sektor pertama kali yang naik biasanya adalah sektor transportasi yang langsung menggunakan BBM.

Di Jakarta dan sekitarnya, ongkos angkot rata-rata naik sebesar 1000. Jika sebelum kenaikan saya membayar sebesar 2500 untuk angkot jurusan Stasiun Bogor ke Baranangsaiang, sekarang saya harus membayar sebesar 3500. Dengan kata lain, persentase kenaikan tarif angkot sebesar 40%.

Selain sektor transportasi, kenaikan lain yang perlu kemungkinan besar mengalami kenaikan harga adalah barang kebutuhan pokok atau sembako. Alasannnya, ketika biaya transportasi naik, ongkos angkut barang-barang akan naik, terutama bahan pokok.

Sebagai contoh, harga beras kemungkinan besar naik karena ongkos angkut untuk mengangkut beras (misalnya dari desa ke kota) naik.

Bahkan, tidak hanya kenaikan harga-harga barang yang dihadapi. Sehari setelah kenaikan BBM yaitu pada 18/11/2014 Bank Indonesia merespon kenaikan harga BBM dengan mengumumkan kenaikan suku bunga BI rate sebesar 25 bps (basis points) menjadi 7,50% dari 7,25%.

Teman saya yang sedang mengajukan kredit KPR bercerita bahwa dia mendapat telepon dari bank yang mengabarkan bahwa bank menaikkan suku bunga KPR-nya sehingga menjadi lebih mahal.

Belum lagi, harga cabai yang sudah beberapa minggu mengalami kenaikan, serta TDL (Tarif Dasar Listrik) yang belum juga mengalami kenaikan. Lengkap sudah… hehe

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Menyikapi kenaikan harga BBM yang disusul dengan kenaikan-kenaikan lain, kita harus tetap optimis. Ada dua hal utama yang bisa kita lakukan:

Pertama, kencangkan ikat pinggang alias mulailah berhemat! Meskipun kita sudah merasa hidup hemat, jika kita cermat, ada pos-pos pendapatan yang bisa kita hemat lagi.

Ingat kaizen kan? Dalam ilmu kaizen yang diterapkan di perusahaan-perusahaan, kita dianjurkan untuk mengurangi biaya bahkan sampai ulir sekrup terakhir.

Beberapa hal yang bisa kita hemat antara lain sbb:

– Mengurangi makan di restoran dan menggantinya dengan masak sendiri atau masakan istri
– Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor jarak dekat
– Mengurangi penggunaan perlengkapan listrik (kurangi penggunaan AC di musim hujan, nyalakan dispenser seperlunya), dll.

Kedua, carilah penghasilan atau pendapatan tambahan. Misalnya, jika Anda sebagai pekerja, tingkatkan performa Anda dalam bekerja agar bisa dipromosikan atau paling tidak mendapatkan kenaikan gaji yang tinggi awal tahun depan.

Atau jika Anda memiliki skill atau keterampilan lain bisa dimanfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan, misalnya mengajar pada akhir pekan. Syukur-syukur jika Anda bisa belajar usaha meski sambil bekerja.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip pesan optimis dari Robert T. Kiyosaki:

“It’s more important to grow your income than cut your expenses. It’s more important to grow your spirit than cut your dreams.”

Selamat berakhir pekan.


Comments

Tetap Optimis Meski Harga BBM Naik — 2 Comments

    Leave a Reply