Home » The Iron Lady: Perempuan Yang Mewarnai Dunia

Entah habis makan apa, Rabu sore kemarin (01/02/12) seorang teman kerja tiba-tiba mengajakku nonton. Dan entah kesurupan setan apa, tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan. Selepas maghrib, kami berdua berangkat ke salah satu teater XXI di Pondok Indah dengan angkutan umum. Seperti sudah kuduga, arah Ciputat-Pondok Indah selalu lancar ketimbang arah sebaliknya (Jakarta-Ciputat) saking banyaknya orang yang kerja di Jakarta. Dengan kondisi seperti itu, saya menduga bahwa ruas jalan Jakarta-Ciputat lebih rendah beberapa cm dibandingan ruas jalan Ciputat-Jakarta, saking banyaknya beban yg harus ditanggung jalanan tersebut (ah!).

Kami tiba pukul 19.00 lewat dan langsung menuju XXI di PI I. Ada banyak daftar film di sana, tak satu pun yang menarik minatku. Karena rata-rata film mulai jam 19.15, sedangkan kami sampai ke sana 19.25, kami secara acak memilih 1 dari 2 film yang mulai jam 19.30. Pilihan saya jatuh ke Iron Lady dengan label D (Dewasa). “Pasti akan seru nonton film superhero pada kondisi sepulang kerja seperti ini”, pikirku. Ya, aku kira Iron Lady itu versi perempauan dari Iron Man, agar tak bias gender. Kita tahu bahwa kebanyakan superhero Amerika biasanya laki-laki. Dari mulai Superman, Superboy, Captain America, Spiderman, hingga Iron Man semuanya laki-laki. Tak usah diambil pusing, kata orang, Amerika memang negeri yang suka bikin standar ganda. Untuk negara lain, mereka mewajibkan kesetaraan gender. Buat negeri sendiri, superhero mereka jelas-jelas bias gender. Di Indonesia masih mending ada Saras 008. Hehe…

Adegan Iron Lady dimulai dengan seorang perempuan tua membeli sekotak susu di swalayan. Saat hendak bayar ke kasir, ia membaca sekilas headline koran yang ada di atas meja kasir tentang pengeboman. Mungkin di situlah awal mula Iron Lady akan beraksi.

Wanita Tua itu! Pastilah dia Superheronya.  Anganku asyik masyuk menebak isi film.

Saking lamanya melakukan transaksi karena faktor usia, seorang pemuda sampai jengkel mengantri di belakang perempuan tua itu. Wanita tua itu lantas pulang ke apartemennya.

Pasti dia akan mengganti seragam superheronya. Pikirku lagi.

Hingga 15-20 menit, tak ada perempuan tua mengganti seragam jadi superhero. Dan hingga film berakhir pukul 21.10, superhero tak pernah keliatan batang hidungnya. Pilm superhero macam apa Iron Lady sesungguhnya??

***
Begini teman. Iron Lady bukanlah film tentang superhero seperti Iron Man, seperti yang aku pikirkan. Iron Lady berkisah tentang Margaret Thatcher, perdana menteri wanita pertama di Westminster (parlemennya Inggris). Ia menjabat sebagai PM selama 11,5 tahun dari Parai Konservatif. Oleh dunia, ia dijuluki Iron Lady, perempuan bertangan besi. Ia sosok perempuan yang cerdas, tegas, dan mandiri. Saat mengalami kekalahan di pemilihan anggota parlemen untuk yang pertama kali, Denis Thatcher datang untuk melamarnya. Setelah menikah, ia dikenal sebagai Margaret Thatcher. Beginilah kira-kira, adegan saat ia dilamar.

Denis        : “Margaret, maukah engkau menikah denganku?”
Margaret: menunggu lama, nampak ia sangat terkejut menerima lamaran dari seorang pengusaha sukses macam Denis.
Denis lalu mengulang pertanyaannya.
Margaret: “Ya!” Tap Denis, aku ingin setelah menjadi istrimu, aku tidak hanya menghabiskan waktu di dapur untuk mencuci piring. Atau melayanimu di tempat tidur. Aku ingin hidup kita bermakna. Lebih dari sekadar mencuci piring. Apa kamu setuju?”
Denis       : “Karena alasan itulah aku menikahimu. Kau tahu mengapa kamu kalah? Karena kamu masih berfikir konservatif, dan masyarakat juga berpikir konservatif. Mereka menganggapmu hanya seorang anak tukang roti. Lain halnya jika engkau menikah dengan pengusaha sukses sepertiku.”

Adegan yang mantap jaya! Aku berpikir untuk mewujudkan adegan itu ke dunia nyata. Haha.

Dikisahkan, Margaret akhirnya terpilih menjadi anggota parlemen Inggris. Pernah menjadi menteri pendidikan. Dan pencapaian terakhir sebagai perdana menteri. Demi karirnya sebagai pelayan masyarakat, ia sampai tidak punya cukup waktu untuk keluarganya. Ia melatih gaya bicaranya agar berkharisma. Merubah penampilannya. Berlatih pidato menjelang tidur hingga pukul dua malam.
Pilm yang satu ini memang luar biasa. Baru dirilis saja, pilm ini sudah mendapat 28 nominasi penghargaan, 8 diantaranya sudah dinyatakan menang. Untuk itulah, aku tidak mau menceritakan film ini panjang lebar. Tontonlah sendiri.. hehe.

Orang pertama yang wajib nonton film ini, menurut saya adalah SBY. Diikuti Ketua DPR, anggota DPR, para pelayan masyarakat, bahkan masyarakat itu sendiri. Pada intinya, semua orang perlu nonton film ini.


Comments

The Iron Lady: Perempuan Yang Mewarnai Dunia — No Comments

    Leave a Reply