Home » Beginilah Jika Untung Bertemu dengan Pak Untung

Senin pagi, saya berlari-lari kecil mengejar lift menuju lantai 4 untuk kuliah Matematika Ekonomi. Sebelumnya, saya baru ketiban sial, dapat sepeda kuning dengan sadel yang basah. Ya, boleh jadi tidak ada hal paling buruk di dunia ini pada senin pagi itu selain sepeda dengan sadel yang basah. Selesai bersepeda, dengan segala macam cara, saya berusaha menutupi bagian belakang celana saya.

Sesaat seteleh pintu lift tertutup, tiba-tiba pintu terbuka kembali. Lalu masuklah seorang lelaki yang sepertinya tidak asing buat saya. Lalu, sebuah kursor bergerak cepat mencari direktori dalam memori otak saya, tempat di mana tersimpan file berkaitan dengan lelaki itu. Yup! Ketemu. Beliau adalah dosen pengantar akuntansi saya yang pertama 4 tahun yang lalu, Bapak Untung Haryanto.

“Pak Untung Haryanto ya??”

“Ya, betul.”

“Ini saya Pak. Mahasiswa Bapak di IMZ 4 tahun yang lalu.”

“O ya! Siapa namanya??”

“Nama saya Untung juga Pak, Untung Kasirin. Hehe…”

“Kamu kuliah di sini?”

“Ya Pak. Saya baru masuk, seangkatan dengan Bapak. Saya lihat nama Bapak di daftar penerima Beasiswa Departemen Keuangan. Sampai ketemu lagi Pak. Saya ada kelas di 407”

Itulah hari pertama saya, Untung Kasirin, bertemu dengan Pak Untung Haryanto setelah 4 tahun silam berpisah karena Pak Untung pindah tugas ke luar Jawa. Dan hari ini, Allah mempertemukan dua Untung dalam sebuah lift. Dan Allah-lah sebaik-baik Sutradara. (uk)

depok, awal oktober. masih musim hujan.


Comments

Beginilah Jika Untung Bertemu dengan Pak Untung — 2 Comments

Leave a Reply